Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Fenomena Pasar Subuh di Tugu Kecamatan Ngasem Berawal Hanya Satu Pedagang Sayur Pakai Mobil Pikap

Hakam Alghivari • Selasa, 6 Februari 2024 | 23:25 WIB
RAMAI PEDAGANG: Hiruk pikuk suasana Pasar Subuh di kawasan Tugu Kecamatan Ngasem setiap dini hari. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
RAMAI PEDAGANG: Hiruk pikuk suasana Pasar Subuh di kawasan Tugu Kecamatan Ngasem setiap dini hari. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro- Kegiatan jual beli pasar tumpah di perempatan Tugu Ngasem baru berlangsung sekitar enam tahun terakhir. Namun, pedagang yang datang berasal dari berbagai daerah, hingga luar kabupaten. Bahkan, pasar yang banyak warga menyebutnya Pasar Subuh itu, kini terdapat lebih dari 100 pedagang.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, pasar yang terletak di jantung kecamatan tersebut mulai dipenuhi pedagang dan pembeli sejak sekitar pukul 02.00 WIB. Berbagai jenis dagangan tumplek blek. Mulai dari sayur, telur, daging, ikan, hingga buah. Rerata menjual bahan-bahan pangan yang masih segar.

Agus Setya, warga Desa/Kecamatan Ngasem mengungkapkan, bahwa pasar tersebut ada karena ketidaksengajaan. Mulai ada sekitar 2018 hingga 2019. Dan, berawal hanya dari satu pedagang. ’’Awalnya sebelum pandemi, ada satu pedagang sayur pakai mobil pikap yang berhenti di perempatan setiap pagi. Lama kelamaan banyak diikuti pedagang lain,” ceritanya.

Bertambah tahun, pasar tersebut kini semakin ramai dan mulai menarik geliat ekonomi warga. Sebab, awalnya pedagang rengkek (sayur keliling) yang kulak di Pasar Dander, menjadi semakin dekat di Ngasem dan memangkas biaya transport.

’’Akhirnya, warga sekitar pun ikut membuka lapak sampai saat ini.  Sampai ada yang bawa kangkung saja langsung ludes diserbu pedagang sayur keliling,” jelasnya.

Namun, pria yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Ngasem itu menerangkan, pasar tersebut sudah sepi pedagang sekitar pukul 6.00 WIB. Selain untuk kenyamanan lalu lintas, juga mulai pindah ke pasar desa yang terletak 50 meter dari lokasi. ’’Kini sudah dikola desa. Jadi, Pasar Subuh sekarang juga ikut menyumbang pemasukan desa dari 120 pedagang lebih,” bebernya.

Sementara itu, Camat Ngasem Iwan Sopian mengungkapkan, bahwa pasar tumpah di Ngasem memang ramai dan membuat ekonomi warga sekitar bergeliat. Meski, di Ngasem terdapat lima pasar desa yang masih aktif. ’’Dua pasar besar yakni, Pasar Ngasem dan Pasar Jampet. Dan, pasar lain yaitu, Pasar Templek di Desa Ngantru dan Pasar Ndoro di Desa Trenggulungan,” ungkapnya. (*/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#kecamatan #tugu #pasar #subuh #Ngasem #bojonegoro #fenomena