BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lumayan jauh dari pusat kota Alun-Alun Bojonegoro, tidak membuat Kecamatan Malo tertinggal dari segi pembangunan infrastruktur. Bahkan, peningkatan jalannya mempermudah akses ekonomi dua kabupaten sekaligus.
Yakni, Bojonegoro dan Tuban. Khususnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo dan Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Sebab, jalan penghubung dua kabupaten tersebut, sebelumnya makadam berubah menjadi aspal dan paving.
Selain itu, akses menuju Kecamatan Malo kini lebih mudah dan lancar berkat pembangunan jalan dan jembatan masif dilakukan pada 2023.
Sriami warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Malo mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Lantaran membangun dan meningkatkan infrastruktur di desanya.
Baik pembangunan dan perbaikan jalan, drainase, hingga bantuan pembangunan sarana sanitasi mandi, cuci, dan kakus (MCK). ’’Bahkan, sekarang penerima bantuan MCK di desa kami ada sekitar 50 penerima atau keluarga,” katanya.
Perempuan 52 tahun itu bersyukur adanya pembangunan jalan hingga perbatasan hutan dengan Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Karena lebih mempermudah akses warga mencapai Pasar Malo.
Sehingga, membantu meningkatkan penghasilan warga dengan semakin ramainya pasar. ’’Jadi, warga Desa Wonosari dan Kedungrejo ke Pasar Malo lebih mudah. Kan lokasinya berbatasan hutan sekitar tujuh kilometer,” terangnya.
Munaji warga Desa Ketileng, Kecamatan Malo menambahkan, banyak infrastuktur dibangun di desanya. Mulai jalan poros desa, jalan lingkungan, jalan usaha tani (JUT), hingga jembatan. ’’Sekarang lebih mudah akses jalannya menuju ke ladang,” tambahnya.
Berdasar Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, pembangunan insfrastruktur di Kecamatan Malo tidak hanya jalan dan jembatan. Namun, juga rehabilitasi ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukorejo. (yna/bgs)
Editor : Hakam Alghivari