BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Selama 2023 beberapa pembangunan dilakukan di Kecamatan Gayam. Salah satunya peningkatan jalan dan jembatan.
Pembangunan infrastruktur meningkatkan mobilitas masyarakat di kecamatan penghasil minyak dan gas tersebut. Termasuk mengakses pendidikan. Terlebih belum ada SMA dan SMK negeri di wilayah itu.
Akses pengunjung ke Puthuk Kreweng di Desa Mojodelik juga mudah. Bahkan bisa melalui beberapa kecamatan sekitar, seperti Ngasem, Kalitidu, hingga Purwosari.
Afandi, warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam mengatakan, belum ada SMA dan SMK Negeri di wilayahnya.
Sehingga banyak anak usia SMA sederajat yang bersekolah di luar kecamatan. Seperti Kalitidu, Purwosari, dan Ngasem.
Jalan dan jembatan yang sudah baik memudahkan anak menempuh pendidikan di luar Kecamatan Gayam berangkat ke sekolah. Tentu dampak tingkat pendidikan masyarakat turut meningkatkan.
‘’Infrastuktur yang dibangun memberikan manfaat besar,’’ jelasnya.
Selain siswa, para pekerja turut merasakan dampak peningkatan jalan dan jembatan. Termasuk pekerja di bidang migas, baik dari dalam maupun luar kecamatan.
Kepala Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam Yuntik Rahayu mengatakan, melalui bantuan keuangan desa (BKD) pihaknya membangun jalan aspal menuju Jembatan Purwosari-Gayam. Tentu untuk mempermudah akses keluar masuk masyarakat.
‘’Tepatnya Desa Mojodelik,Gayam menuju Desa Tlatah, Purwosari,’’ jelasnya.
Yuntik menjelaskan, peningkatan jalan dan jembatan, baik dari BKD maupun APBD melalui dinas terkait berdampak pada kemudahan akses masyarakat. Saat ini akses ke kecamatan di sekitar Gayam sudah baik. Seperti ke Purwosari hingga Ngasem.
Seperti pengunjung Wisata Puthuk Kreweng tidak hanya bisa melalui satu jalan saja. Namun dari beberapa jalan. Terlebih semua jalan sudah bagus.
‘’Bisa melalui Desa Jelu, Ngasem, Desa Tlatah, Purwosari, dan Desa Sumengko, Kalitidu,’’ ungkapnya.
Camat Gayam Palupi Hadi Pratih Dewanti mengatakan, ada dua desa yang menerima BKD untuk peningkatan jalan dengan pengaspalan. Desa Mojodelik dan Gayam.
Selain pembangunan infrastruktur melalui BKD, terdapat pembangunan melalui dinas terkait. Bahkan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Pembangunan sangat bermanfaat karena sesuai kebutuhan masyarakat.
‘’Karena semua berproses dari bawah,’’ jelasnya. (*/irv)
Editor : Hakam Alghivari