BLORA, Radar Bojonegoro - Euforia masyarakat Blora terhadap kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Sate itu masih bisa dirasakan. Khususnya, bagi pihak restoran lokal yang terpilih sebagai tempat makan siang orang nomor satu di Indonesia itu.
Hal itu diungkapkan salah satu manajer restoran lokal yang berlokasi di Kelurahan Kunden, Sigit Prasetyo. Ia akui, dirinya bersama timnya merasa bangga bisa melayani dan menghidangkan sejumlah menu untuk RI 1. Walau begitu, menurutnya persiapannya ekstra ketat dan memacu adrenalin.
Sigit mengatakan, dirinya melakukan persiapan hanya dengan dua hari saja. Yaitu, mulai Ahad (21/1). atau dua hari sebelum Jokowi berkunjung ke Blora, Selasa (23/1). Dirinya terkejut saat dihubungi pihak istana untuk melayani Presiden Jokowi.
’’Tim staf kepresidenan langsung datangi resto. Waktu itu kami kaget dan bergegas membenahi apa saja yang dipesan. Apalagi kan harus sesuai protokoler, itu yang membuat kami kemarin harus all out tunjukkan sikap profesional,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Rabu (24/1).
Menurutnya, menu yang dihidangkan harus hangat atau panas ketika Presiden tiba di restoran. Meski persiapan matang, rencana tidak berjalan mulus. Sebab, kunjungan sempat molor hampir satu jam. Karena informasinya terjadi ban bocor ketika di Grobogan.
’’Sehingga, makanan yang harus dihidangkan, ternyata tidak jadi. Akhirnya, kami sigap menarik hidangan dan bisa hidangkan yang panas saat Presiden hadir. Alhamdulillah teratasi dan tepat waktu tanpa kendala,” terang pria berusia 37 tahun itu.
Ia juga menuturkan, setidaknya ada 120 pak yang dipesan dan dihidangkan untuk para rombongan RI 1. Diketahui, segala menu untuk Presiden dipilih langsung oleh staf kepresidenan.
’’Sudah diatur oleh pihak sana sekaligus platting-nya. Appetizer-nya itu tempe mendoan. Lalu, main course-nya ada sop buntut, ayam goreng, kepala salmon dengan saus woku, brokoli beef, fu yung hai, bihun goreng, udang bakar madu, dan tofu telur asin. Dessert-nya, es degan muda, es campur isi durian lokal,” beber pria asal Kabupaten Grobogan itu.
Ia akui sebagian hidangan sebetulnya tak ada dalam daftar menu. Namun, pihaknya menerima segala pesanan. Tak hanya hidangan, juga beberapa fasilitas resto diubah dan diperbaiki. ’’Untuk ayam itu mintanya kan ayam kampung. Dan, duriannya itu harus lokal. Untung semuanya dapat. Selain itu, tempat salat juga dipindah di gazebo belakang. Kami siapkan dan alhamdulillah beliau mau salat Asar di sini bareng menteri lainnya,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, setelah sehari kunjungan Presiden tak ada respons negatif dari pihak staf kepresidenan. ’’Alhamdulillah tidak ada komen negatif. Bahkan, mereka puas. Itu disampaikan salah satu tim atau staf mereka yang memesan tempat kami. Banyak pengalaman berharga satu hari itu,” tuturnya.
Ia akui, sudah dua kali ini melayani RI 1. Sebelumnya, Sahid pernah menerima kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2010 silam. Namun, di tempat kerja atau restoran lamanya di Yogyakarta. ’’Bagi saya, suatu kebanggaan tersendiri. Pengalaman tak terlupakan,” tuturnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari