LAMONGAN, Radar Lamongan – Bagi sebagian pengusaha banner, momen lima tahunan itu menjadi salah satu masa panen. Meski kadang tak seindah yang dibayangkan.
Wahyudi Kurniawan, 35, salah satu pengusaha percetakan dan digital printing, merasa orderan yang masuk pada pemilu tahun ini tak seramai pemilu sebelumnya. Banyak faktor yang mempengaruhinya.
Dia menyebut bermunculannya pebisnis baru di bidang percetakan banner. Selain itu, sebagian caleg memilih membeli mesin cetak dibandingkan memanfaatkan jasa percetakan.
‘’Kalau saya hitung ya, masih rame tahun kemarin (pemilu sebelumnya), meskipun sebagian yang pesan tak diambil (barang yang dipesan),’’ ucap bapak tiga anak ini.
Beberapa hari ke depan, diperkirakan pemesanan khusus untuk pemilu menurun. Alasannya, mendekati masa tenang. Sebelum masa kampanye, dia sudah menerima banyak order. Pria yang akrab disapa Yuyud itu mengaku sering meminta pekerjanya untuk lembur karena pesanan terlalu tinggi. Satu caleg bisa minta dicetakkan 5 ribu banner berbagai ukuran.
‘’Untuk bulan ini, lebih menurun karena sudah mendekati hari tenang,’’ kata pemilik usaha Gudang Budi ini.
Yuyud selalu hati – hati dalam menerima pesanan para caleg. Meski pemesan order banyak, dia tetap melihat down payment (DP) yang diterimanya. ‘’Cetak sesuai DP dulu,’’ tuturnya.
Atha, pemain baru di bisnis cetak banner, mengatakan, dirinya memasang harga khusus bagi beberapa caleg. Namun, ada persyaratannya. Harga promo berlaku bagi mereka yang cetak di atas 100 lembar.
‘’Kalau sudah cetak di atas 100 lembar diharuskan membayar 80 persen dari total uang,’’ katanya.
Saat pengambilan pesanan, lanjut dia, 20 persen kekurangan pembayaran harus dilakukan pelunasan. Sistem itu diterapkan untuk meminimalisasi pesanan banyak tapi tidak diambil.
Sampai saat ini, Atha merasa aman dengan sistem usahanya. ‘’Untuk saat ini sudah mengalami penurunan (pesanan) karena sudah memasuki masa tenang,’’ ujarnya.
Dia menghitung sekitar 6 ribu lembar banner sudah diproduksi dari berbagai caleg.
Lebih Senang Pemasangan dari Parpol
Tak hanya percetakan banner yang menghasilkan banyak cuan dari momen pemilu. Jasa pemasangan banner di tempat – tempat tertentu juga mendapatkan berkah dari ajang pesta demokrasi lima tahunan ini.
Dharul Asmain, 51, menjadi salah satu orang yang menyediakan jasa pemasangan banner. Bukan hanya memasang. Dia juga siap menyediakan kayu bila calon pemasang membutuhkan titik – titik khusus lokasi pemasangan.
Menurut dia, pemesanan pasang banner di pemilu tahun ini meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya. Sikap kehati – hatian tetap dilakukan. Sebab, pemesan pemasangan banner tidak selalu datang dari caleg atau partai langsung. Terkadang melalui tim sukses atau pihak ketiga.
Asmain lebih memilih melayani pemasangan dari satu parpol atau beberapa caleg yang sudah dikoordinasi partainya. Sehingga, penagihan pembayarannya tidak rumit.
‘’Satu calon dan satu partai tersebut sudah memasang banyak, waktu dan keuangan menjadi pertimbangan,’’ tutur bapak lima anak ini.
Asmain biasanya meminta pembayaran setelah pemasangan selesai dikerjakan.
‘’Untuk caleg, sudah melakukan pemasangan sebanyak 200 titik di Lamongan,’’ imbuhnya.
Agar banner cepat terpasang, Asmain mengerjakan bersama empat rekannya. Dia sudah memiliki bahan – bahan kayu untuk tiang pemasangan. Jika ada permintaan pemasangan di titik tertentu yang membutuhkan kerangka tiang, maka tinggal mengambil stok kayunya dengan menyesuaikan ukurannya.
Asmain juga bekerja sama dengan pemilik percetakan agar bisa menekan biaya produksi bila ada pemesan yang minta dicetakkan banner sekalian. Namun, rata – rata caleg sekarang sudah mempunyai langganan cetak banner. ‘’Kalau dikerjakan sendiri, tak bisa selesai cepat. Caleg membutuhkan banner yang cepat terpasang,’’ katanya. (mal/yan)
Editor : Hakam Alghivari