Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Khosim, Pembuat Kerajinan Berbahan Bambu: Paling Sulit Membuat Miniatur Kapal Laut

Hakam Alghivari • Rabu, 17 Januari 2024 | 20:40 WIB
BERBAHAN BAMBU: Khosim menunjukkan salah satu karyanya yang berbahan bambu. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
BERBAHAN BAMBU: Khosim menunjukkan salah satu karyanya yang berbahan bambu. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO,Radar Bojonegoro- Berbagai jenis kerajinan berjejer di atas meja. Dengan beragam bentuk miniatur hingga barang-barang yang biasa dimanfaatkan sebagai perkakas rumah tangga.

Bahan baku aneka kerajinan itu berbahan limbah bambu warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari.

‘’Di sini (Desa Tinumpuk) banyak tanaman bambu, tapi pemanfaatnya belum maksimal,’’ tutur Khosim.

Kades Tinumpuk, Kecamatan Purwosari ini menceritakan, limbah bambu selama ini hanya dibakar dan dibuang. Banyak juga bambu berserakan.

‘’Jadi saya coba membuat berdasar referensi dari Youtube,’’ ujarnya.

Desa Tinumpuk merupakan salah satu desa penghasil bambu. Biasanya, bambu di desa tersebut hanya dimanfaatkan untuk membangun rumah.

Sisanya, banyak bambu terbuang percuma atau hanya berakhir pada pembakaran. Melihat hal tersebut, membuat inisiatif Kepala Desa (Kades) Tinumpuk mencuat.

Melalui referensi dari media sosial (medsos), Khosim mengubah limbah bambu sisa pembakaran atau pembuangan masyarakat menjadi berbagai kerajinan.

Khosim mulai membuat kerajinan dari limbah bambu pada sekitar dua bulan lalu. Bambu-bambu yang sudah dipotongi warga, bekas pembangunan rumah, hingga bambu yang akan atau bahkan sudah dibakar sebagian masyarakat diambil. Kemudian, dibuat menjadi aneka kerajinan.

Meskipun awalnya hanya meniru berdasar tutorial dari medsos. Namun, Khosim percaya dengan kreativitasnya akan berkembang. Sehingga, memiliki inisiatif untuk membuat aneka kerajinan lainnya tanpa meniru lagi.

‘’Saya berinisiatif dan berinovasi untuk belajar membuat kerajinan dari bambu. Karena setiap pekerjaan kalau ditekuni, pasti berhasil. Jangankan pekerjaan fisik yang terlihat mata seperti ini, ilmu kesehatan yang tidak nampak saja bisa dipelajari,’’ lanjut perawat tersebut.

Khosim membuat kerajinan bambu saat memiliki waktu luang atau di luar pekerjaan utamanya sebagai kepala desa. Beragam kerajinan yang sudah dibuatnya, meliputi miniature kapal laut, tempat sendok, lengser, tempat tisu, asbak, tempat bolpoin, dan beragam lainnya.

Untuk waktu pengerjaannya berbeda. Buat kerajinan tingkat sulit seperti miniatur kapal, membutuhkan waktu hingga satu minggu apabila dibarengi dengan pekerjaan lainnya.

Sedangkan, untuk kerajinan tingkat mudah hanya membutuhkan waktu satu hingga dua hari saja.

‘’Dari dulu saya suka miniatur. Sering membeli miniature dari kayu jati. Tapi, sekarang memilih membuat sendiri dari bambu. Karena selain bahannya murah, alatnya juga sederhana,’’ bebernya.

Khosim mengatakan, ada kesenangan tersendiri apabila berhasil membuat kerajinan dari bambu. Terlebih, apabila karnyanya mendapat pujian dari orang lain. Namun, saat ini hasil kerajinannya belum sampai diperjualbelikan karena baru proses pembuatan dan pengumpulan karya.

‘’Misal nanti di kabupaten ada pameran, akan saya coba ikutkan. Kalau di Kecamatan Margomulyo dan Padangan identik dengan kayu jati, kemudian di Desa Ringinrejo, Trucuk terkenal dengan blimbing. Insya Allah, kalau berbicara bambu nanti akan ada di Desa Tinumpuk, Purwosari,’’ pungkasnya. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#Pembuatan #warga desa #Limbah #pemanfaatan #Bentuk #berbahan bambu #bojonegoro #miniatur #Beragam #kerajinan