LAMONGAN, Radar Lamongan - Target pendapatan asli daerah (PAD) rumah potong hewan (RPH) sapi dan unggas tidak naik. OPD terkait beralasan jika target sudah cukup tinggi, karena tahun lalu dinaikkan sekitar 25 persen dari target sebelumnya.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, dr. Rahendra menjelaskan, Tahun 2022 target RPH hanya Rp 200 juta yang dinaikkan sebesar Rp 50 juta tahun lalu. Sehingga, dia memastikan, target tahun ini masih sama yakni Rp 250 juta untuk empat RPH.
‘’Tahun 2023 kita bisa merealisasikan seratus persen. Kalau tahun ini bisa terealisasi lebih besar, bisa menjadi pertimbangan untuk menaikkan target di tahun berikutnya,’’ ujar Hendra, sapaan akrabnya.
Hendra menuturkan, penetapan target ini dari berbagai pertimbangan. Salah satunya belum maksimalnya pengguna RPH, karena masih melakukan pemotongan mandiri. Sementara pendapatan ini diperoleh dari retribusi pemotongan hewan.
Karena itu, mulai diupayakan untuk mengajak pengusaha agar melakukan pemotongan di RPH. Tahun ini, pemerintah sedang menggencarkan produk halal untuk UMKM. Karena Oktober 2024 merupakan suatu keharusan untuk menggunakan produk halal.
Seperti diketahui, RPH merupakan salah satu tempat yang menyediakan produk halal karena sudah bersertifikat halal. Menurut dia, ke depan tetap ada pendekatan ke pengusaha mandiri agar melakukan pemotongan di RPH.
‘’Kalau unggas kita sudah bisa memotong dengan kapasitas besar karena alatnya modern semua, sementara untuk sapi memang terbatas,’’ imbuhnya.
Dia mengaku akan memaksimalkan lagi penerimaan dari RPH. Karena tempat ini sudah bersertifikat halal. ‘’Kita ada jasa kirim juga yang dilengkapi boks freezer, jadi kalau memang di kecamatan membutuhkan juga bisa dimanfaatkan,’’ terangnya. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari