Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pj Bupati Bojonegoro Minta Genjot PAD Objek Wisata, Realisasi 2023 Kurang Rp 500 Juta

Hakam Alghivari • Selasa, 9 Januari 2024 | 19:07 WIB
MEMBARA: Kobaran api abadi di Kahyangan Api selalu membara. Potensi wisata di Bojonegoro perlu digenjot untuk mendongkrak PAD.(WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
MEMBARA: Kobaran api abadi di Kahyangan Api selalu membara. Potensi wisata di Bojonegoro perlu digenjot untuk mendongkrak PAD.(WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor objek wisata 2023 tak terpenuhi. Dari target Rp 1,5 miliar, hingga tutup tahun terealisasi Rp 1 miliar.

Sehingga, menjadi evaluasi agar kedepan lebih produktif lagi. Agar pendapatan di APBD tidak tergantung dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Penjabat (Pj) Bupati Bojoneoro Adriyanto, PAD di sektor pariwisata memang perlu digenjot, dan upaya meningkatkan PAD merupakan tugas bersama. ‘’Potensi pariwisata harus diciptakan kalau tidak ada. Kalau sudah ada, harus ditawarkan,” terangnya.

Menurutnya, sektor pariwisata  harus dipikirkan, karena berperan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Biyanto  mengatakan, objek wisata penyumbang PAD terbesar yakni Dander Water Park di Kecamatan Dander, Kahyangan Api Kecamatan Ngasem, dan Waduk Pacal di Kecamatan Temayang.

‘’Total PAD sektor pariwisata tahun 2023 sampai 31 Desember, Rp 1.027.067.000,” ungkapnya.

Berdasarkan data Disbudpar, Dander Water Park menghasilkan PAD terbesar di Bojonegoro dengan pendapatan Rp 484,2 juta, yang dihasilkan dari 8.493 pengunjung selama 2023. Angka tersebut tak melebihi target yang dipasang senilai Rp 825,5 juta.

Kemudian, wisata Kahyangan Api menyumbang PAD Rp 318,6 juta, dari kunjungan 8.060 wisatawan. Sumbangan PAD itu melebihi angka yang ditargetkan yakni sebesar Rp 315 juta.

Sementara, objek wisata penyumbang PAD terbesar ketiga yakni Waduk Pacal, yang hasilkan Rp 85,6 juta, dari kunjungan 2.390 wisatawan. Namun, kurang dari target senilai Rp 105 juta. (dan/msu)

 

Okupasi Hotel Belum Terdongkrak

Objek wisata di Bojonegoro diharapkan bisa mendongkrak okupansi atau tingkat hunian hotel.

Bahkan, okupansi tertinggi selama 2023, didominasi momen libur Tahun Baru 2024. Namun, tak bertahan lama dan kembali sepi dari kunjungan. Kondisi pergerakan tamu hotel, diduga lantaran masih minimnya wisatawan dan event di Kota Ledre ini.

Pengusaha hotel di Bojonegoro menilai rangkaian acara skala besar di Kota Ledre, dapat menggaet wisatawan dan meningkatkan pergerakan ekonomi. ‘’Selama ini di Bojonegoro tidak begitu pengaruh baik itu libur Nataru atau Lebaran,” ungkap Ketua Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Subeki.

Menurutnya, salah satu faktorya masih kurang menarik minat wisatawan terhadap objek wisata di Bojonegoro. Tingkat hunian baru mengalami peningkatan saat ada proyek dan event nasional, atau tamu pusat yang membuat acara di Bojonegoro. ‘’Selain itu, okupansinya biasa-biasa saja,” jelasnya.

Namun, pihaknya mengaku merasakan okupansi tepat di akhir tahun lalu. ‘’Akhir dan awal tahun ada penambahan okupansi, itu pun juga naik sekitar 40 persen. Saat ini kembali turun lagi,” bebernya.

Belum banyaknya tingkat okupansi, juga dirasakan hotel lain di Bojonegoro.

Bahkan, sejak libur Natal (25/12) hingga Tahun Baru 2024 okupansi masih di kisaran 50 persen.  ‘’Saat malam tahun baru lebih ke normal, khususnya untuk acara tahun baru,” ungkap operator Fave Hotel Putri FDA.

Menurutnya, okupansi saat malam tahun baru mencapai high season, namun masih belum dikatakan paling tinggi. (dan/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#Objek #bupati #Wisata #minta #bojonegoro #realisasi #pad