LAMONGAN, Radar Lamongan - Sejumlah ruas jalan lingkungan di Lamongan pecah dan berlubang. Penyebabnya tidak semua titik dilengkapi dengan tembok penahan tanah (TPT), sehingga umur jalan tidak lama. Misalnya jalan di sekitar Perumnas Sukomulyo yang rusak, serta beberapa titik di belakang Sport Center Lamongan mulai retak.
Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan Siti Zulkah menjelaskan, untuk jalan lingkungan menjadi kewenangannya. Jika ada kerusakan akan dicek oleh petugas ke lapangan, untuk mengetahui kondisi kerusakannya.
Sebab tahun ini, pihaknya mengusulkan anggaran untuk pemeliharaan jalan lingkungan. Jika kerusakan tidak parah bisa dilakukan pemeliharaan. Sebaliknya kalau parah akan dilakukan pembangunan baru.
‘’Untuk peningkatan jalan lingkungan masih terus dilakukan, titiknya menyebar di seluruh kabupaten Lamongan,’’ terangnya.
Sedangkan, untuk pembangunan TPT menyesuaikan dengan lokasi. Ada TPT yang melekat dengan dinasnya, namun di wilayah sungai menjadi kewenangan instansi terkait.
Zulkah mengaku terus berkoordinasi untuk pembangunan di Lamongan yang lebih baik. Terkait pembangunan TPT, Zulkah mengatakan, bisa kolaborasi dengan kelurahan, desa, hingga instansi terkait.
‘’Kalau pembangunan jalan lingkungan menjadi kewenangan kami, dan akan diperbaiki bertahap jika kerusakannya cukup berat,’’ ucapnya.
Zulkah menuturkan, perbaikan jalan lingkungan setiap tahun terus dilakukan. Tujuannya untuk memberikan akses yang mudah dan lancar, dengan harapan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Tahun lalu, sebanyak 168 titik jalan lingkungan sudah diperbaiki, dengan panjang rata-rata 150 meter. Untuk perbaikannya beragam menyesuaikan kondisi jalan, ada yang cor, hotmix, dan aspal.
‘’Sebagian besar jalan lingkungan sudah ditingkatkan, jadi mulai tahun ini diusulkan pemeliharaan, supaya umur jalan lebih lama,’’ ujar Zulkah. (rka/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana