BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Seiring meningkatnya kejadian kebakaran pada 2023 dibanding 2022, anggaran dindamkarmat perlu ditambah. Sebab, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dinilai mampu. Komisi C DPRD Bojonegoro mengimbau seluruh masyarakat turut menjaga dan bertanggung jawab. "Karena ini tugas dan tanggung jawab bersama," tutur anggota Komisi C DPRD Ahmad Supriyanto kemarin (7/1).
Berdasar pagu perubahan belanja daerah 2023, dindamkarmat menerima anggaran senilai Rp 17,4 miliar. Dinilai kurang dengan banyaknya kejadian kebakaran pada 2023. Pria menjabat anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro tersebut melanjutkan, pada rapat banggar perubahan APBD (P-APBD) 2023 telah dibahas kenaikan anggarannya dan disepakati.
Sebab, Pri sapaan akrabnya mengatakan, APBD Bojonegoro mampu melakukan. "Terlebih APBD 2024 mencapai Rp 8,2 triliun," lanjutnya.
Dia menyampaikan, kenaikan anggaran berkaitan penambahan pos pemadam kebakaran (damkar), jumlah personel, serta sarana dan prasarana (sarpras) seperti mobil dan alat pemadam. ’’Pada saat rapat kerja membahas P-APBD 2023 sudah muncul wacana pengadaan pos damkar di wilayah black spot. Dan, kami mendorong itu. Tinggal detail pelaksanaan,” ujarnya.
Dia menuturkan, mengantisipasi kejadian kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun, juga masyarakat. Sehingga Pri mengimbau, masyarakat turut serta mengantisipasi karena merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana