Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Batik Jati Lestari Jadi Seragam Dinas, Perajin Banjir Pesanan

Hakam Alghivari • Selasa, 2 Januari 2024 | 18:26 WIB
TEKUN: Bu Sugeng Prastolo sedang menyempurnakan proses membatik kain dengan motif jati lestari. Ia menekuni profesi perajin batik sejak 2012 lalu. (LUKMAN HAKIM/RADAR BLORA)
TEKUN: Bu Sugeng Prastolo sedang menyempurnakan proses membatik kain dengan motif jati lestari. Ia menekuni profesi perajin batik sejak 2012 lalu. (LUKMAN HAKIM/RADAR BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Para pengrajin batik tulis di Blora banjir pesanan. Seiring kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menjadikan batik jati lestari khas Blora jadi seragam Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan tersebut dirasa menghidupkan kembali perekonomian pengrajin batik lokal. Seperti yang dirasakan salahs satu perajin batik tulis di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu Sugeng Prastolo. Ia mengaku banyak pesanan batik dari lingkungan dinas, guru, dan pegawai kecamatan.

Bu Sugeng mendapat pesanan sebanyak 600 buah batik bermotif jati lestari. ’’Mintanya awal tahun sudah harus jadi, karena akan digunakan untuk baju dinas ASN,” ucap perempuan usia 61 tahun tersebut.

Karena banyaknya pesanan batik di rumah produksinya, pihaknya harus merekrut orang untuk membantu menyelesaikan pesanan. Pihaknya memperkirakan omzet sekitar puluhan juta rupiah. ’’Alhamdulillah, kalau banyak pesanan seperti ini, para perajin tentu senang,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pakaian batik untuk seragam kedinasan berdampak bagi perekonomian para perajin batik. Sebab, sebelumnya kebanyakan seragam batik dipesan dari Solo. Sementara, perajin di daerah tidak kebagian pesanan.

’’Kalau ini yang menggarap perajin lokal, motifnya juga dipakemkan oleh pemkab yakni, jati lestari,” ungkapnya

Bu Sugeng tampak telaten menyempurnakan motif batik jati lestari di sebuah kain putih yang sudah melalui proses pencantingan. Di usianya yang sudah berkepala enam itu, tangannya masih cekatan mengarsir satu demi satu motif daun jati dengan menyelipkan motif barongan di bagian tengah.

’’Sudah lama menekuni batik sekitar 2012 lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman meminta Dekranasda berkoordinasi dengan para perajin batik. Agar nantinya batik khas Blora ini bisa dikenakan. Setidaknya, seminggu sekali di lingkup dinas. Sehingga, bisa turut menggerakan sektor UMKM batik di Blora ini. ’’Muaranya adalah bagaimana perajin kita, UMKM kita bisa berdaya,” ujarnya. (luk/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Pesanan #LESTARI #Perajin #jati #jadi #banjir #batik #khas #seragam #blora #dinas