LAMONGAN, Radar Lamongan – Luas lahan untuk tanaman padi diperkirakan masih tetap. Apalagi, el nino diprediksi masih ada sampai Februari nanti.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Moch Wahyudi, menjelaskan, untuk realisasi dari Oktober sampai minggu kedua Desember luas tanam padi baru 9.457 hektare. Perkiraannya, periode Oktober 2023 - Maret 2024 nanti seluas 103.699 hektare dan periode April - September 2024 mencapai sekitar 50.738 hektare.
“Kalau estimasi rencana tanam tetap, tapi realisasinya nanti akan dihitung ulang untuk mengetahui jumlah produksi,” jelasnya.
Menurut dia, faktor iklim seperti adanya el nino berpengaruh pada sektor pertanian. Meskipun, alih fungsi lahan juga mempengaruhi luas tanam. Hingga kini, belum ada laporan terkait luasan lahan pertanian yang terdampak dari alih fungsi lahan.
“Lahan yang alih fungsi sebagian besar jenis sawah tambak bukan murni pertanian padi, jadi kita masih mencari data ril,” terangnya.
Dia memerkirakan dua - tiga bulan ke depan masuk panen raya. Masa itu mempengaruhi harga gabah di tingkat petani. “Kita berupaya agar petani tidak sampai merugi karena modal bertani sangat besar. Sehingga antara konsumen dan petani tidak ada yang merasa dirugikan,” ujarnya. (rka/yan)
Editor : Hakam Alghivari