Bojonegoro, wartaku.id - Mas Teguh berkesempatan hadir untuk dialog bersama Kelompok Tani Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro, untuk mencari solusi terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi bagi petani.
Sulitnya pupuk dirasakan semua petani di Bojonegoro, hal ini tentu menjadi perhatian bagi Teguh Haryono atau yang biasa di sapa Mas Teguh Caleg DPR RI Dapil IX (Bojonegoro - Tuban). Mas Teguh yang lahir di salah satu desa di Bojonegoro ini juga anak seorang petani.
Menurutnya petani adalah tulang punggung ketahanan pangan di Indonesia, jadi harus ada solusi terbaik bagi petani soal pupuk ini, gimana mau swasembada pangan kalau pupuk saja sulit.
"Saya ini lahir dari desa, bapak saya juga berdagang dan bertani, jadi aku iso ngrasakno rekosone wong tani pak," ujar Mas Tegun.
Mas Teguh juga menyampaikan pembatasan pupuk kimia bersubsidi ini harus kita carikan solusi untuk menutup kekurangan pupuk, salah satunya membuat pupuk organik. Namun saat ini ada beberapa kasus yang dialami petani saat memproduksi pupuk organik harus berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum.
"Pupuk organik kan bisa di bikin sendiri, petani banyak yang punya ternak, kotorannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik, dan pemerintah harus dukung dan mendampingi kelompok yang bikin pupuk organik ini, agar aman pemerintah harus membantu perijinannya," tambah Mas Teguh.
Indro Ketua Kelompok Tani Kecamatan Sukosewu juga menyampaikan pengalamanya, bagaimana untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini sangat sulit, karena kuota di batasi.
"Kami berharap, pemerintah memberi solusi terbaik, kalau bisa pupuk bersubsidi itu jumlahnya ditambah, selain itu kami yang produksi pupuk organik diberi kemudahan ijin," pintanya. (Red)
Editor : Hakam Alghivari