BLORA, Radar Bojonegoro - Musim hujan di awal bulan Desember telah mengakibatkan dua titik longsoran di Kecamatan Randublatung. Untungnya, tidak memakan korban jiwa. Warga diimbau waspada.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora telah melakukan penanganan agar longsor tidak melebar. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat menjelaskan, dua titik bencana longsor terjadi di Desa Kalisari dan Desa Sumberejo turut Kecamatan Randublatung.
Longsor di Desa Kalisari bukan karena tanah gerak, melainkan dari rembesan air ditambah usia talud penahan sudah tua.
’’Ada beberapa rembesan air, karena di sebelahnya itu tidak ada jurang. Di samping itu, memang umur talud ini juga sudah lama,” terangnya Selasa (5/12).
Sedangkan, longsoran di Desa Sumberejo pada Sabtu (2/12) hingga kemarin (5/12), Tim Operasional dan Pemeliharaan (OP) SDA dan Tim pemeliharaan Jalan Bina Marga bersama-sama dengan warga kolaborasi penanganan longsoran jalan tersebut secara gotong royong.
’’Kami memberikan bantuan material Dolken, alat berat, tenaga relawan OP SDA, tenaga teknis, dan grosok,” katanya.
Surat mengimbau, agar masyarakat selalu waspada saat musim hujan. Menurutnya, dengan gotong royong, penanganan longsoran cukup membantu pemulihan kondisi titik longsoran. Dikembalikan ke kondisi semula dan lalu lintas warga bisa normal kembali.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya belum sempat melakukan pendataan longsoran pada awal Desember ini. Beberapa informasi yang didapat baru satu yakni, di Desa Kalisari.
’’Kami belum melakukan pendataan, tapi untuk mitigasi bencana sudah kami lakukan,” katanya.
Terkait anggaran, pihaknya mengaku anggaran BPBD hanya diperuntukkan warga yang terkena musibah.
Karena longsoran tidak berdampak pada rumah warga. Sehingga, pihaknya tidak berkewajiban mengucurkan anggaran.
’’Untuk anggaran penanganan longsornya berada di DPUPR, kami hanya memberikan bantuan kepada warga terdampak,” ucapnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari