BLORA, Radar Bojonegoro - Pemkab Blora akan memberlakukan program Blora mengaji dengan implementasi baca tulis Alquran (BTQ) di seluruh sekolah dasar (SD). Komisi D DPRD Blora mengimbau, agar sumber daya manusia (SDM) guru dipersiapkan agar program berjalan maksimal.
’’Intinya, saya sangat setuju (penerapan BTQ). Tapi, harus disipakan konsepnya secara matang. Karena program itu membutuhkan SDM banyak sekali,” ujar Ketua Komisi D DPRD Blora Labib Hilmy.
Labib menegaskan, beberapa yang perlu dipersiapkan yakni, SDM yang mampu menerapkan program di semua sekolah. Sebab, dirasa guru agama yang mengajar di SD dan SMP berkurang karena formasinya tidak terkaver perekrutan tenaga pendidik di daerah.
’’Saat ini, dirasa kurang. Karena formasi kemarin tidak ada atau mungkin sedikit di guru agama. Itu masalahnya. Sebelum mengacu ke situ, perlu dilihat SDM-nya ada atau tidak,” terangnya.
Politikus PKB itu menambahkan, yang juga perlu digarisbawahi format untuk wajib BTQ itu pada waktu penerapannya. Menurutnya, bisa dialihkan di ekstrakurikuler dengan mamanfaatkan guru madrasah di daerah dekat sekolah.
’’Pertimbangannya, kalau nanti diterapkan dan tidak bisa dilaksanakan, bisa dialihkan ke sekolah madrasah di sekitarnya,” tambahnya..
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten (DKK) Blora Buana mengatakan, seluruh SD dan SMP akan diwajibkan melaksanakan ekstrakurikuler berupa BTQ. Pihaknya mencatat terdapat sekitar 592 SD berstatus negeri dan swasta di Blora.
’’Tapi, ada pengecualian untuk sekolah dan siswa yang non-Islam,” terangnya.
Buana menjelaskan, penyusunan juknis sudah melalui beberapa proses. Termasuk studi tiru kepada Pemkab Blitar yang telah menerapkan program BTQ lebih dahulu. Ia memastikan materi dan konsep harus sinkron dalam pelaksanaan nantinya.
’’Tugas para guru melaksanakan juknis juga sudah didukung KKG (Kelompok Kerja Guru) PAI,” jelasnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari