Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gurihnya Menyesap Kopi Santan Mbah Sakijah di Desa Jepangrejo, Blora

Hakam Alghivari • Sabtu, 25 November 2023 | 17:35 WIB
LEGENDARIS; Kopi Santan Mbah Sakijah konsisten selama 40 tahun. Racikan rahasia dapur pribadi, kopi santan legendaris ini selalu ramai pengunjung.  (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
LEGENDARIS; Kopi Santan Mbah Sakijah konsisten selama 40 tahun. Racikan rahasia dapur pribadi, kopi santan legendaris ini selalu ramai pengunjung. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Rasa gurih santan dan pahit kopi berpadu saat menyesap Kopi Santan Mbah Sakijah yang menjadi ikon Kabupaten Blo­ra sejak 40 tahun. Hingga kini, cita rasa kopi san­tan masih jadi juara di dunia perkopian Kota Sa­te itu.

Warung kopi yang bermarkas di Desa Je­pang­rejo, Kecamatan Blora itu tak pernah sepi pengun­jung. Sembari menikmati nuansa pe­desaan sekaligus menikmati kopi santan jadi pi­lihan utama segala kalangan di Blora.

Pe­milik warung kopi santan Rokhim mengata­kan, bisnis yang ia jalani ini merupakan bisnis ke­luarga, peninggalan kakek neneknya. Tepatnya, pada 1980, Mbah Sakijah memulai bisnis kopi ini secara tidak se­ngaja.

’’Awalnya dulu almarhum mbah cuman buka wa­rung kopi kothok biasa. Nah, waktu itu mbah se­dang memasak santan dan kelebihan. Lebihan san­tannya itu dicampur ke kopi kothoknya. Eh, ter­nyata rasanya enak. Banyak yang menyicipi, akhir­nya dijual hingga sekarang ini,” terangnya.

Rokhim juga mengatakan, walau sudah berpin­dah tangan hingga generasi ketiga, kopi yang di­jual tak pernah ganti resep ataupun komposisi. Bubuk kopinya dan santan kelapanya, ia buat sen­diri dari racikan bumbu dapur rahasia.

Bahkan, saat dipegang dirinya, Kopi Santan Mbah Sakijah ia bawa ke mancanegara. ’’Pernah sem­pat kirim ke Korea. Bersyukur bisa membawa nama baik kopi santan dan Blora,” ucapnya.

PENERUS: Rokhim pamerkan kopi bubuk kemasan yang pernah sempat dikirim ke Korea. Rokhim merupakan penerus generasi ketiga. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)
PENERUS: Rokhim pamerkan kopi bubuk kemasan yang pernah sempat dikirim ke Korea. Rokhim merupakan penerus generasi ketiga. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BJN)

Kopi Santan Mbah Sakijah ini selalu terjual ra­tu­san gelas setiap harinya. ’’Sehari habis kurang lebih 10 kilogram bubuk kopi dan 10 buah kelapa buat santannya. Itupun kami masak sendiri, mu­lai dari sangrai kopinya itu juga pakai teknik tra­disional,” tuturnya.

Selain itu, pecinta Kopi Santan Sakijah tak hanya warga asli Blora, juga dari pengunjung luar kota. ’’Segala kalangan. Pejabat juga ikut menyicipi gurihnya kopi santan ini. Pak Ganjar Pranowo pernah menyicipi walaupun tidak langsung ke sini. Yang baru-baru ini dikunjungi pak Fadli Zon. Katanya enak dan harus go nasional bahkan go internasional,” jelasnya.

Adapun keunikan lainnya di luar komposisi kopi santan tersebut. Yaitu, gelas ko­pinya. Rok­him menuturkan, ukuran gelasnya konsisten pu­luhan tahun. ’’Walau ganti baru, gelasnya dari dulu ukurannya segini dan jenisnya gelas Be­limbing. Tidak ada pegangannya,” terangnya.

’’Itu ada filosofinya, gelas tanpa pegangan itu arti­nya bisa dinikmati seluruh kalangan. Dari ba­wah sampai atas. Selain itu, takarannya sudah pas sesuai isian gelasnya,” imbuh Rokhim.

Sementara itu, warga La­mongan singgah me­nyicipi Kopi Santan Mbah Sakijah, Arif Nur Hakim mengatakan, kali pertama menikmati kopi santan legendaris itu. Menurutnya, rasanya gurih dan beda dari kopi biasanya. ’’Cocok de­ngan rekomendasi teman-teman yang menyarankan mampir ke Kopi Santan Mbah Sakijah, saat berkunjung ke Blora,” ungkapnya. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#kota sate #kopi santan #Bisnis #blora