LAMONGAN, Radar Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan sejumlah upaya, dalam melakukan pengendalian inflasi. Salah satunya gerakan pangan murah dan monitoring stok bahan pangan, bekerjasama dengan beberapa pihak. Seperti diketahui, harga beras dan sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan, dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga Pemkab Lamongan berusaha agar inflasi terkendali, dan daya beli masyarakat tetap stabil.
Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI, atas kinerja Pemkab Lamongan dalam mengendalikan inflasi periode ketiga Tahun 2023. Pemkab Lamongan berhasil menerima bantuan insentif fiscal, karena keberhasilan pengendalian inflasi.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA mengatakan, Kabupaten Lamongan kembali menerima penghargaan berupa insentif fiskal sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap daerah, karena keberhasilannya menekan laju inflasi. Insentif fiskal ini digunakan sesuai arahan Mendagri yakni difokuskan untuk kegiatan prioritas pendukung penurunan stunting, pengendalian inflasi daerah, dan peningkatan investasi.
‘’Kami berkomitmen akan menggunakan dana ini untuk mendukung program prioritas yang berkaitan dengan pengendalian laju inflasi di Kabupaten Lamongan. Seperti arahan Pak Mendagri saat rakor pengendalian inflasi dalam menghadapi risiko ketidakpastian global,” ujar Bupati Yes.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Tekan Inflasi di Lamongan
Mendagri, Tito Karnavian menjelaskan, bantuan insentif fiskal yang diberikan diyakini mampu mengendalikan inflasi global yang bulan lalu turun menjadi 2,56 persen. Penerima insentif fiskal periode tiga ini telah memenuhi beberapa kriteria penilaian. Mulai dari pelaksanaan upaya penekanan inflasi, kepatuhan penyiapan laporan kepada Kemendagri, peringkat inflasi yang merupakan capaian hasil, serta rasio realisasi belanja terhadap total belanja daerah.
‘’Pemberian insentif diharapkan sebagai penambah laju pengendalian inflasi di seluruh daerah. Utamanya kepada 34 pemerintah daerah yang telah berkinerja baik dalam mendukung pengendalian inflasi,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana