BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masyarakat penerima bantuan program atap, lantai, dan dinding (aladin) di Bojonegoro merasa aman. Rumah tidak layak huni yang mengkhawatirkan sekarang menjadi tempat tinggal nyaman.
Puluhan ribu rumah tidak layak huni di Bojonegoro dinilai membahayakan. Telah dibedah menjadi tempat aman untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Karjan, salah satu penerima bantuan program aladin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro karena telah memberikan bantuan bedah rumah aladin.
Berkat bantuan ini, tidak khawatir meski hujan badai sekalipun. Berbeda dengan sebelumnya, atap rumah dan dinding tripleknya sering tersingkap saat diterjang hujan angin. ‘’Pasti ketampon kalau hujan, jadi becek semua. Apalagi sebelumnya rumah ini masih beralaskan tanah,’’ paparnya.
Untaian syukur terucap dari kakek lansia asal Desa Kunci, Kecamatan Dander, Bojonegoro tersebut. Mengingat bantuan dari pemkab melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro melalui program aladin ini. Rumah tidak layak huni sejak puluhan tahun ditempati, kini berubah menjadi rumah aman penuh kenyamanan.
‘’Alhamdulillah, sekarang bisa beristirahat dengan tenang. Tidak kedinginan lagi. Dulu temboknya banyak yang bolong, jadi dingin kalau malam kena angin. Sekarang sudah hangat. Terlindung dari panas dan hujan,’’ ujarnya.
Program aladin sudah berjalan maksimal sejak 2019 hingga 2023. Terdapat sekitar 22.528 data usulan aladin akan diselesaikan tahun ini. Program aladin disambut baik masyarakat Bojonegoro. Mengingat, dengan program ini turut membantu menurunkan angka kemiskinan di Bojonegoro.
‘’Tahun ini, rencana akan dilaksanakan penuntasan untuk program aladin. Setelah itu, akan dibuka kembali untuk usulan pengajuan baru yang akan dikerjakan pada 2024,’’ ujar Sekretaris Dinas PKPCK Bojonegoro Zamroni. (ewi/*)
Editor : Hakam Alghivari