BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rencana perbaikan jalur Kabupaten Bojonegoro-Madiun, masih belum jelas. Meski jalur tersebut diharapkan meningkatkan akses ekonomi, serta mempercepat jarak tempuh dua kabupaten yang berbatasan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, belum ada kesepakatan secara resmi terkait pembukaan jalur Bojonegoro-Madiun tersebut, meski sebelumnya ada pertemuan Penjabat (Pj) Bupati Madiun di Bojonegoro pada Oktober lalu. ‘’Kalau kesepakatan, belum. Masing-masing baru menyampaikan maksud tujuan,’’ ungkapnya kemarin (2/11).
Sementara itu, Arif Novianto, warga Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun mengatakan, selama ini warga Madiun yang akan ke Bojonegoro harus memutar, meski kecamatannya tepat berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro.
Beberapa kali hilir ke Bojonegoro terlebih dahulu lewat Kabupaten Ngawi. ‘’Mending lewat Ngawi. Sebenarnya bisa langsung, namun jalannya ngeri,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Sebelumnya, kabar pembukaan kembali jalur Bojonegoro-Madiun sempat mencuat pasca pertemuan Pj Bupati Madiun dan Bojonegoro Oktober lalu. Bahkan, jalur sepanjang 6,8 kilometer tersebut sempat disurvei Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Jalur yang rencananya hendak disambungkan yakni berada di Desa Miyono dan Desa Klino, Kecamatan Sekar dan langsung menuju Kabupaten Madiun. ‘’Sempat dilakukan survei, Jalur Desa Miyono, Kecamatan Sekar, Bojonegoro menuju Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun,” ungkap Camat Sekar Alit Saksama Purnayoga. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari