BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Setelah kepastian car free day (CFD) akan kembali ke Alun-Alun Bojonegoro pada 5 November mendatang, jumlah pedagang berpotensi melonjak. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro pun langsung melakukan pendataan pedagang.
Berdasarkan data dihimpun, sebanyak 280 pedagang kaki lima (PKL) telah terdata saat CFD di Alun-alun Bojonegoro tahun lalu. Angka tersebut berpotensi naik, karena selama delapan bulan CFD digelar di Stadion Letjen Sudirman (SLS), jumlah pedagang alami peningkatan.
Kepala Disdagkop UM Bojonegoro Sukaemi mengatakan, saat ini disdagkop masih melakukan pendataan pedagang, dimulai sejak Minggu lalu (15/10) hingga selesai. Pihaknya memanfaatkan waktu selama satu bulan untuk melakukan persiapan. ‘’Masih proses pendataan,” ungkapnya kemarin (22/10).
Sementara itu, pedagang masih menunggu kepastian tempat CFD. Sebab, rerata pedagang masih bingung apakah akan ke alun-alun atau tetap di SLS. Selain itu, dalam pendataan juga sudah diimbau untuk memilih salah satu.
‘’Meski disuruh memilih salah satu, namun sebagai pedagang tetap melihat situasi. Karena tidak mungkin tetap berjualan, jika tempatnya sepi,” ungkap Imron salah satu pedagang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, CFD rencananya bakal digelar di dua tempat, selain di alun-alun juga di SLS bakal tetap dilanjutkan. Kemudian, pedagang nantinya akan memilih antara kembali ke alun-alun atau tetap bertahan di stadion.
‘’Masih proses persiapan, dan akan terus menerima masukan dari masyarakat,” bebernya.
Menurutnya, saat ini di Alun-Alun Bojonegoro masih dalam proses pembangunan trotoar dan hal tersebut menjadi perhatian khusus akan kesiapan tempat. ‘’Selain menunggu pendataan pedagang, dishub juga melakukan pemantauan kesiapan tempat di alun-alun karena terkait keselamatan orang banyak, ” bebernya.(dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari