LAMONGAN, Radar Lamongan – Target pendapatan asli daerah (PAD) rumah potong hewan (RPH) Rp 250 juta. Dari target itu, realisasi hingga Senin (16/10) Rp 190 juta.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Moch Wahyudi, optimistis target tersebut terpenuhi. Alasannya, target itu dari RPH lama dan unggas.
‘’Ke depan mungkin ada rencana (dibebani PAD sendiri) untuk yang unggas, sebab target tahun ini sebenarnya sudah naik dari sebelumnya,” jelasnya.
Menurut dia, target dua RPH mengalami kenaikan sekitar Rp 50 juta dari tahun lalu. Wahyudi menuturkan, seharusnya bisa lebih besar PAD-nya. Dinasnya perlu waktu untuk membangun komunikasi dengan pedagang.
Saat ini, pedagang unggas menyembelih di RPH karena prosesnya cepat dan bersih. “Sekarang tidak hanya mengandalkan tenaga manusia karena dibantu kinerja mesin juga,” terangnya.
Wahyudi berharap ke depan rertibusi ke daerah bisa lebih besar. Apalagi, alatnya serba canggih. Jika biasanya sehari hanya bisa memotong 1.000 unggas, maka dengan mesin pemotongan sebanyak itu hanya membutuhkan waktu satu jam. “Kita maksimalkan agar penanganan pemotongan di RPH lebih banyak,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana