BLORA, Radar Bojonegoro - Data bantuan pangan non tunai (BPNT) dari kementerian yang turun ke daerah belum sinkron. Data di Dinas Sosial (Dinsos) Blora terdapat 1.656 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara, di Kantor Pos Blora tercatat 1.817 KPM pada pencairan triwulan ketiga.
Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Mohammad Iskak mengungkapkan, penyaluran BPNT sembako kepada masyarakat Blora melalui dua mekanisme. Pertama, melalui BRI. Kedua, melalaui Kantor Pos.
‘’Melalui BRI terdapat 76.568 KPM, sudah cair 200 ribu per bulan. Yakni, Juli dan Agustus,” ungkapnya.
Iskak mengatakan, untuk pencairan di Kantor Pos terdapat 1.656 KPM dengan pencairan tiga bulan sekali pada Juli, Agustus, dan September dengan nominal tiap bulan Rp 200 ribu per KPM dikali tiga bulan.’’BRI dua bulanan, sementara Kantor Pos tiga bulanan, sama-sama sampai desember,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Blora Puspa Dewi mengungkapkan, bahwa pemerima BPNT warga Blora yang melalui Kantor Pos berjumlah 1.817 KPM. Selisih 161 dari data KPM BPNT yang dimiliki dinsos. Masing-masing KPM menerima Rp 200 ribu per bulan, dicairkan triwulan sekali.
‘’Kalau data di kami jumlahnya lebih banyak penerima KPM BPNT, nilainya juga 200 ribu per bulan,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah penerima BPNT dari kementerian berubah-ubah. Pihaknya hanya sebagai penyalur. Sedangkan, data yang diterimanya dari kementerian untuk pemcairan BPNT sembako pada Oktober ini belum bisa dicairkan.
‘’Untuk pencairan selanjutnya masih menunggu kementerian, belum ada informasi untuk bulan ini,” terangnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana