LAMONGAN, Radar Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jawa Timur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Alun-Alun Lamongan, Senin (18/9). Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya stabilisasi harga dan menjamin pasokan bahan pokok untuk mengendalikan inflasi.
Salah satu pengunjung warga Kelurahan Tlogoanyar, Kecamatan Lamongan, Siti mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM ini. Karena harga yang ditawarkan lebih rendah dari toko. Sehingga, dia rela mengantri untuk mendapatkan kebutuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.
‘’Paling butuh pastinya beras, minyak, sama gula,” tutur Siti.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya pengendalian inflasi. Sehingga, masyarakat bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau. Menurut Bupati Yes, GPM ini sama seperti operasi pasar murah (OPM) yang sudah 13 kali dilakukan di Lamongan.
‘’Tujuan dari kegiatan ini sama-sama untuk stabilisasi harga, yang kemarin kita bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi sebagai inisiator, sementara Pemkab biasanya menggelar OPM,” ujar Bupati Yes.
Kepala Dinas KPP Provinsi Jatim, Dydik Rudy Prasetya menjelaskan, inflasi beras terjadi karena pasokan semakin menipis. Sebagai lumbung pangan nasional, Lamongan dinyatakan aman.
‘’Meski aman tapi kegiatan stabilisasi ini tetap dilakukan untuk pengendalian harga bahan pokok yang lain juga,” jelasnya.
Inflasi tertinggi terjadi pada komoditas beras, karena harga beras melebihi harga ecer tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 10.900 per kilogram (kg). Sedangkan harga di pasaran mencapai Rp 12 ribu lebih. Stabilisasi harga terus dilakukan melalui OPM maupun GPM. Dalam kegiatan GPM, tidak hanya komoditi beras yang disediakan, ada minyak goreng, daging ayam broiler, gula, bawang putih, cabai dan masih banyak lagi. (rka/ind)
Editor : M. Yusuf Purwanto