Rerata kejadian di jalan poros utama kecamatan (PUK). Tentu menjadi atensi, karena mayoritas saat jam berangkat dan pulang sekolah.
Berdasarkan data Polres Bojonegoro, Laka terjadi pada Rabu (13/9) turut Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, berada di Jalan PUK Pohwates – Kedungadem. Melibatkan pelajar berusia 16 tahun, asal Desa Jamberrejo, Kedungadem. Terjadi sekitar pukul 6.30.
Kemudian Laka di Jalan PUK Desa Bangilan, Kecamatan Kapas juga terjadi pada Rabu (13/9), dan menewaskan seorang pelajar berusia 17 tahun, setelah terlibat laka dengan truk boks. Kejadian terjadi sekitar pukul 6.30.
Lalu pada Kamis (14/9) Laka terjadi di Jalan Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, dan melibatkan pelajar. Korban diduga menyerempet pengendara sepeda lain, kejadian terjadi sekitar 14.00 WIB.
‘’Korban laka di Bangilan, Kapas. Akhirnya meninggal dunia dalam perawatan medis,” ungkap Kasi Humas Polres Bojonegoro Iptu Supriyanto.
Pengamat Transportasi Bojonegoro Resma Edhi mengatakan, beberapa kecelakaan yang menewaskan pelajar, mungkin usulan untuk mengubah jam masuk, terutama tingkat SMA.
Apalagi sekarang jumlah motor selalu bertambah. ‘’Hemat saya perlu ide untuk mengurai arus masa jam 7 tersebut. Salah satunya adalah tidak menyamakan jam masuk sekolah,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, dengan jam masuk yang tidak sama, akan mengurangi penumpukan. Karena masuk sekolah itu hak otonom lembaga pendidikan. ‘’Selain itu, mewajibkan anak dalam kota pake sepeda ontel ke sekolah juga jadi salah satu solusi kemacetan dan mengurangi polusi,” bebernya.
Kasi SMA PK PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Maskun mengatakan, terkait jam masuk sekolah masih mengikuti kebijakan.
Meminta agar siswa mematuhi tata tertib di jalan demi keselamatan. ‘’Diimbau semua siswa untuk lebih berhati-hati dalam berkendara,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari