BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sepanjang trotoar Jalan MH Thamrin Bojonegoro sudah dipenuhi pengunjung sejak kemarin (30/8) sore. Warga rela berangkat lebih awal demi mendapatkan tempat untuk menyaksikan tampilan Bojonegoro Night Carnival (BCN).
Hadi, salah satu warga dari Kecamatan Baureno mengatakan, dirinya berangkat bersama belasan warga yang juga tetangga desa, dan telah sampai di Kota Bojonegoro pukul 16.00 WIB.
Menurutnya, kedatangan lebih awal karena khawatir penuh dan agar tidak terjebak macet. "Rombongan 19 orang warga, berangkat menggunakan elf," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, antusias terlihat sejak pukul 15.00 WIB, puluhan pedagang sudah mengambil tempat dan mendirikan lapak-lapak di trotoar jalan yang menjadi rute BNC.
Bahkan, beberapa rangkaian mobil hias tampak meriah terpakir di sekitar Jalan MH Thamrin yang menjadi garis start. Rerata dihias dengan pernak-pernik khas kerajaan yang menjadi konsep BNC.
Salah satunya peserta dari Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, menghias mobil menjadi rumah joglo, dan mengambil tema kerajaan Janggala, atau kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Timur.
‘’Perlu 5 hari lebih untuk menyiapkan mobil hias ini, dan dibantu oleh seluruh staf,” ungkap Kepala Bakesbangpol Bojoengoro Mahmudi.
Kemudian peserta lain dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dengan menghias mobil dengan gapura, ‘’Mengambil tema kerajaan Panjalu ke 7, dengan Rajanya yaitu Sri Ganda,” ungkap Direktur Utama (Dirut) PT. ADS Mohammad Kundori, kemarin (30/8).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Budiyanto mengatakan, sebelum berangkat, terdapat pertunjukan teaterikal penobatan ratu sima oleh Bupati Bojonegoro dan dilanjutkan iring-iringan pawai.
Mengusung konsep “Suryaning Bhumi Yawadwipa”. Yakni, kerajaan-kerajaan yang membuat peradaban di pulau Jawa, digelar serta menggali dan melestarikan sejarah. ‘’Setiap peserta akan menampilkan sesuai tema, yakni mengandung unsur kerajaan,” pungkasnya. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto