Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Stok Air Waduk Tempuran Menipis

Muhammad Suaeb • Jumat, 25 Agustus 2023 | 02:10 WIB
MULAI SURUT: Debit air di Waduk Tempuran setiap hari mengalami pengurangan. TMA kemarin (23/8) tinggal 4,84 meter. (Rahul Osccara Duta/RDR.BLORA)
MULAI SURUT: Debit air di Waduk Tempuran setiap hari mengalami pengurangan. TMA kemarin (23/8) tinggal 4,84 meter. (Rahul Osccara Duta/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Kemarau berkepanjangan akibat El Nino, membuat volume bendungan Tempuran menipis. Kondisi itu membuat pasokan air kini hanya terfokus pada wilayah sekitaran Tempuran saja. Tak mampu menyuplai wilayah lain di Kabupaten Blora.

Terpantau Jawa Pos Radar Bojonegoro, waduk yang biasanya terisi air penuh itu kini berkurang. Tinggi muka air (TMA) kemarin (23/8) tinggal 4,84 meter. Dengan elevasi 117, 44 mdpl. Dengan volume 680.650 kubik.

Jumlahnya mengalami penurunan setiap harinya seiring musim kemarau yang masih melanda. Sebagai perbandingan pada Selasa (22/8), volume air masih 683.484 meter kubik. Sehingga, dalam sehari itu volume air berkurang sekitar 3.000 meter kubik.

Salah satu petugas dari BBWS Pemali Juana yang bertugas pemantau Bendungan Tempuran Puji Setiyono mengatakan, jika semula waduk tersebut mengkaver kebutuhan air bersih untuk sebagian wilayah Blora. Tetapi seiring berkurangnya volume, tak lagi mampu menyukupi kebutuhan itu. ‘’Kesepakatan kami, sudah tidak bisa mendistribusikan air ke wilayah lain. Hanya fokus untuk wilayah Tempuran saja,’’ jelasnya.

MULAI SURUT: Debit air di Waduk Tempuran setiap hari mengalami pengurangan. TMA kemarin (23/8) tinggal 4,84 meter. (Rahul Osccara Duta/RDR.BLORA)
MULAI SURUT: Debit air di Waduk Tempuran setiap hari mengalami pengurangan. TMA kemarin (23/8) tinggal 4,84 meter. (Rahul Osccara Duta/RDR.BLORA)

Sebelumnya, air di waduk tersebut juga menjadi salah satu sumber air baku yang memasok PDAM. Dengan pasokan 20 liter per detik. Namun, seiring berkurangnya debit, sudah dilarang. ‘’Kadang ini masih ngambil dari sini. Tak koordinasi dengan kami,’’ tuturnya.

Menurutnya, dengan keadaan saat ini air waduk selain mencukupi kebutuhan air bersih warga sekitaran Tempuran juga untuk irigasi. Sebab petani sangat bergantung karena tak adanya hujan. ‘’Belakangan banyak permintaan dari petani untuk mengaliri wilayah tempuran,’’ jelasnya.

Jika September atau pertengahan Oktober sudah hujan, waduk masih bisa mencukupi kebutuhan air di wilayah Tempuran. Sebaliknya, jika melebihi itu kondisi waduk akan semakin menipis. Dan kesulitan memenuhi kebutuhan air warga sekitar. (hul/msu)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#waduk #pasokan #el nino #Kemarau #Air #menyusut