Polusi Udara Butuh Penanganan Jangka Panjang, Industri Migas Punya Peran Besar

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Rabu, 16 Agustus 2023 | 02:10 WIB
POLUSI: Kendaraan besar memengaruhi kualitas udara di kawasan Kota Bojonegoro, hingga kemarin (14/8) masih menyentuh kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
POLUSI: Kendaraan besar memengaruhi kualitas udara di kawasan Kota Bojonegoro, hingga kemarin (14/8) masih menyentuh kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Polusi udara khususnya di kawasan Kota Bojonegoro, sempat mencapai warna merah atau kategori tidak sehat pada Minggu (13/8).

Berdasarkan indeks kualitas udara IQair, tingkat polusi mulai menurun kemarin (14/8). Namun, masih berada di atas ambang batas, atau kategori tidak sehat khususnya bagi kelompok sensitif. Perlu solusi jangka panjang memperbaiki kualitas udara di kota minyak.

Usfri Rarandra, pegiat lingkungan mengatakan, solusi jangka pendek dengan mengurangi mobilitas di luar ruangan ataupun menggunakan masker. Namun, perlu adanya solusi jangka panjang, pemerintah harus sudah memikirkan untuk percepatan program tansportasi umum agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

Atau bisa memberikan insentif bagi warga yang menanam pohon di sekitar rumahnya. "Apalagi trendnya saat ini, pohon-pohon besar sebagai penyerap polutan sudah mulai jarang di sekitar perkarangan rumah," ungkapnya.

Usfri menambahkan, ada beberapa sebab faktor memburuknya kondisi udara di Bojonegoro, Bisa juga disebabkan aktivitas pertambangan migas dan pembukaan lahan yang masif, atau kebijakan menebang pohon penghijauan beberapa waktu lalu, jadi faktor utama dalam jangka pendek meningkatnya polusi udara.

"Sebaiknya sudah menyiapkan mitigasi atas penebangan pohon itu," ujarnya. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Rajekwesi Bojonegoro Fidrotin Azizah mengatakan, terdapat berbagai upaya bisa dilakukan untuk meminimalisir polusi. Tentu dilakukan berbagai pihak dan elemen masyarakat. Sehingga udara di lingkungan bersih.

‘’Yang penting semua berupaya untuk bisa mengendalikan polusi udara di lingkungan sekitar,” ungkapnya. (dan/irv/msu)

Editor : M. Yusuf Purwanto
polusi lingkungan stikes Udara Masker kawasan kota