BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua pemuda terlihat sibuk di salah satu rumah di Gang Wates, Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota.
Memasuki bulan kemerdekaan ini, tampak sibuk menyelesaikan pesanan kostum karnaval. Harus menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan sejak sebulan terakhir. Sebagian besar pesanan datang dari luar kota.
Banyaknya kegiatan karnaval dan pawai di hari kemerdekaan menjadi berkah tersendiri bagi para pengrajin kostum untuk meraup cuan.
Saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro Kamis (10/8), pria ramah tersebut langsung mempersilakan masuk, meski terlihat sibuk membuat ukiran kostum berbahan busa spon.
Singgih dibantu kakak kandungnya, Riki, membagi tugas pada proses awal pembuatan kostum, yaitu membuat sketsa dan ukiran. ‘’Pesanan meningkat dan terus berdatangan, belum sempat istirahat,” ujarnya.
Kegiatan membuat kostum karnaval telah dijalaninya selama lima tahun, namun pesanan tak hanya datang di bulan Agustus saja. Pada bulan-bulan lain, kakak beradik tersebut acap kali menerima pesanan dari luar kota, seperti kegiatan hari jadi, pawai budaya, dan dekorasi acara.
Namun pada Agustus ini pesanan meningkat kisaran 70 persen. ‘’Paling ekstrem pernah diminta membuat kostum karnaval dalam satu malam harus jadi,” ungkapnya sambil tersenyum
Riki, kakak kandung Singgih menambahkan, dengan senang hati membantu adiknya membuat sketas sebelum kostum dibentuk. Kebetulan, keduanya memiliki hobi yang sama di bidang seni.
Jika pengerjaan biasanya dibantu 3 sampai 4 orang, namun pada proses awal tersebut hanya dua orang saja. Karena tidak semua orang memiliki keahlian membuat sketsa gambar dan ukiran.
‘’Selain bekerja juga mencurahkan hobi pada seni,” ujarnya.
Kostum karnaval karya kakak beradik tersebut rencananya akan diedarkan hingga mancanegara, karena selama ini tak hanya diminati oleh masyarakat Bojonegoro saja.
Terbukti dengan pesanan yang lebih banyak datang dari luar kota, seperti Sidoarjo, Blitar, Kediri, hingga Kalimatan. Meski harga kostum dibandorel dengan harga jutaan. Harga bahan baku, ukuran, dan kerumitan yang tak semua orang memiliki keahlian. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto