BLORA, Radar Bojonegoro - Warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora akui keberatan bila diharuskan relokasi mandiri imbas rencana pembangunan Bendungan Karangnongko. Mereka mengusulkan agar mendapatkan ganti tanah dengan skema tukar guling. Namun, usulan itu masih belum ada titik terang.
Mereka masih berupaya mewujudkan usulan tersebut. Diketahui, pembebasan lahan ditargetkan April 2024. Salah satu warga lokal, Edi berharap bisa mendapatkan ganti tanah alias tukar guling bila memang nantinya digusur.
‘’Kami usul direlokasi dengan cara tukar guling. Dan, sekalian dibuatkan sertifikat. Bukan hanya uang saja. Misal punya uang dan mau beli juga kesusahan mencarinya,” jelasnya.
Sementara itu, tim persiapan pengadaan tanah dari Provinsi Jateng Endro Hudiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dalam rangka memberikan informasi kepada warga terdampak.
Ia mengatakan ada tahapan-tahapan dalam proses pengadaan tanah. ‘’Setelah sosialisasi akan ada pendataan awal kepemilikan. Setelah itu, ada forum konsultasi publik. Memastikan data kepemilikan tanah benar atau tidak. Kemudian tahap pengukuran hingga pembayaran,” ungkapnya.
Beberapa desa yang akan terdampak oleh pembangunan bendung gerak ini meliputi Desa Mendenrejo, Megeri, Nglebak, Nginggil, dan Ngrawoh turut kecamatan Kradenan.
Serta, satu desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro yakni Desa Ngelo dan Kalangan turut Kecamatan Margomulyo.
‘’Ini nantinya diperkirakan mencapai 680,35 hektar. Luasan itu terbagi menjadi dua daerah, yaitu 294,27 hektar di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, serta 386.08 hektar berada di wilayah Blora,” pungkasnya. (hul/bgs)
Editor : M. Yusuf Purwanto