BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekitar 240 atlet dari 30 cabang olahraga (cabor) diajukan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro untuk ikut pada pekan olahraga provinsi (porprov) tahun ini. Namun, tidak semua atlet tersebut diberangkatkan.
KONI Bojonegoro hanya memberangkatkan atlet masuk proyeksi medali, potensi medali, dan atlet atau tim terbaik dari masing-masing cabor. Sehingga dari sekitar 240 atlet akan di kerucutkan. Penetapan atlet porprov ditargetkan pertengahan Agustus ini.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tony Ade Irawan mengatakan, atlet proyeksi medali adalah yang mendapat medali porprov tahun lalu. Potensi medali, atlet meraih medali di kejuaraan provinsi (porprov) dan kejuaraan daerah (kejurda) 2022 dan 2023.
Selain itu, KONI membuat kebijakan dengan memberikan satu slot atlet atau tim terbaik di masing-masing cabor akan diikutkan porprov.
‘’Misalkan cabor yang tidak memiliki atlet masuk proyeksi dan potensi medali dikirimkan satu atlet atau tim terbaik untuk ikut porprov,” ungkapnya.
Menurut Tony, saat ini terdapat cabor yang mengirimkan beberapa nama atlet. Baik yang masuk maupun tidak masuk ke tiga kategori tersebut. Sehingga akan dilakukan pengerucutan. Proses pengerucutan saat ini masih berlangsung. Penetapan atlet proprov ditarget pertengahan bulan ini.
Tony menjelaskan, atlet yang masuk potensi dan proyeksi medali sekitar 130 atlet. Sedangkan jumlah atlet diajukan 240 atlet. Sehingga perlu dilakukan seleksi dan verifikasi. Untuk menentukan atlet yang masuk pada ketegori terbaik di masing-masing cabor.
‘’Kira-kira di bawah 200 atlet yang diberangkatkan,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan porprov tahun ini, pihaknya memastikan akhir Agustus sudah dimulai. Terlebih pelaksanaan pertandingan untuk cabor pencak silat, judo, dan futsal dimajukan. (irv/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto