Petani Tembakau di Modo dan Mantup Mulai Panen

Khorij Zaenal Asrori • Dipublikasikan Selasa, 1 Agustus 2023 | 20:52 WIB
DIJEMUR: Tembakau rajangan hasil panen petani di wilayah selatan Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
DIJEMUR: Tembakau rajangan hasil panen petani di wilayah selatan Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Petani tembakau di Kecamatan Modo dan Mantup di Lamongan mulai panen. Panen raya diprediksi pertengahan bulan ini hingga September.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Lamongan, Mahmudi, menjelaskan, panen petikan pertama sudah dilakukan sebagian petani di Kecamatan Modo dan Mantup.

 "Ini (panennya) masih beberapa petani saja yang tanam lebih awal, kalau puncaknya bulan depan," jelasnya.

Menurut dia, harga spekulan Rp 25 ribu — Rp 35 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut masih berpotensi naik.

Mahmudi menuturkan, cuaca saat ini lumayan bagus, meski ada beberapa wilayah yang kekurangan air. "Harapannya untuk stok cadangan air pertanian tetap aman supaya kualitas tembakau petani tidak terganggu, imbuhnya.

Dia mengatakan, gudang biasanya melakukan pembelian pada pertengahan bulan ini. Karena itu, rilis harga hingga kini belum keluar. Kalau tidak bermitra biasanya tengkulak langsung datang untuk membeli tembakau petani," terangnya.

Mudi menambahkan, luas tanam tembakau sekitar 5.500 hektare. Terluas di Kecamatan Modo (1.700 hektare). Dia berharap harga tembakau bisa tinggi seperti tahun lalu. Sehingga, petani kembali bersemangat untuk menanam tembakau.

Komoditi tembakau saat ini tersebar di wilayah Modo, Bluluk, Mantup, Sugio, Ngimbang, dan Kedungpring. "Belum bisa perluasan hanya meningkatkan produktivitas," tuturnya. (rka/yan)

Editor : M. Yusuf Purwanto
Panen Petani produktivitas tembakau Air hektare