BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sejumlah kelompok tani (poktan) mengusulkan mesin combine atau alat panen padi. Usulan tersebut telah diajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan berharap bisa terealisasi pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P APBD) 2023.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman (Sarpras dan Perlintan) DKPP Retno Budi Widyanti mengatakan, terkait pengadaan alat panen padi, belum bisa dipastikan karena masih rencana. Dan, belum ada anggarannya. Kami sudah mengajukan, tapi memang anggaran baru diajukan pada P-APBD, ujarnya.
Kalau nanti terealisasi di P-APBD, menurut Retno, kemungkinan bisa disalurkan akhir tahun. Selain mengajukan mesin combine, juga corn sheller atau alat pengupil jagung. Dari dinas sudah pengajuan ke bupati. Nantinya akan dibahas dalam kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) bersama dengan DPRD, lanjutnya.
Retno mengatakan, banyak permintaan masyarakat terkait pembagian alat-alat pertanian. Semua usulan ditampung dan diajukan. Namun, realisasinya masih belum bisa dipastikan.
Pada 2022, sebanyak 17 mesin combine dibagikan kepada poktan dari P-APBD. Dua mesin combine dari APBD induk. Dua sebagai belanja modal. Untuk belanja modal mesin combine ditaruh di DKPP. Bisa dipinjam poktan belum mendapat bantuan. Administrasi tetap di kami (DKPP), jelasnya.
Sebelumnya, dalam laman resmi web Pemkab Bojonegoro, Kepala DKPP Helmy Elizabeth mengatakan, pada 2022 pemkab telah memberikan bantuan mesin combine harvester 20 unit. Dan, 2023 rencananya sebanyak 75 unit dan 125 unit di 2024. (ewi/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto