BLORA, Radar Bojonegoro - Kicau burung murai batu saling beradu di gantangan Taman Tuk Buntung Cepu. Para kicau mania tampak tegang menyaksikan kegacoran kicau saling menyambar itu. Banyak proses dipersiapkan agar burung murai batu berkicau nyaring saat perlombaan.
Mulai dari makan, perawatan setiap harinya harus diperhatikan. Terutama menjelang perlombaan, ada terapi khusus bagi burung murai agar bisa gacor berkicau," tutur Antok, salah satu kicau ditemui di Taman Tuk Buntung Kecamatan Cepu.
Perlombaan burung di Taman Tuk Buntung menjadi penyegar suasana kala menjelang sore. Suara-suara burung berwarna hitam berpadu putih oranye itu memberikan nuansa musik dan melodi alam di tengah rindangnya pepohonan pinggir jalan.
Baginya, burung bernama latin Copsychus malabaricus diperlakukan layaknya saudara. Segala perawatan, makan diperhatikan. Seperti proses pengembunan mulai dari subuh hingga pukul 07.00. Supaya burung bisa lebih rileks dan seperti berada di alam bebas.
Pengembunan dilakukan di tempat terbuka agar seperti berada di alam bebas," terangnya.
Antok menjelaskan, biasanya memberi pakan burung murai menggunakan voer pabrikan dibarengi jangkrik dan kroto. Pemberian pakan bernyawa menurutnya bisa membuat birahi burung murai lebih baik sehingga kicauan burung lebih intens dan nyaring.
Biasanya kroto satu cepuk, dan jangkrik membuat burung lebih terangsang untuk berkicau," jelasnya.
Menurutnya, kunci dari kicauan burung murai batu karena perawatan dilakukan secara rutin. (luk/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto