BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sinar senja menembus luasnya air di Waduk Gongseng. Anak-anak ditemani orang tua berenang di tepian waduk menikmati segarnya air di sore hari.
Pengunjung didominasi oleh para remaja berdatangan ketika matahari mulai tenggelam. Menikmati sunset di sekitar Waduk Gongseng. Bahkan, tak jarang dari mereka membawa tikar, camilan, kursi lipat, hingga peralatan untuk membuat konten. Mengabadikan moment menikmati sunset di tengah waduk dengan pemandangan alam yang asri.
Ageng Suprayitno salah satu pengunjung mengatakan, kalau sore di Waduk Gongseng memang banyak pengunjung. Karena tempatnya bagus dan cocok untuk santai-santai menikmati alam. Terlebih pemandangannya masih asri dan alami.
Mirip Telaga Sarangan, tapi tidak persis. Pemandangannya bagus dan selalu ada orang berkunjung ke sini, ujar remaja asal Desa Papringan, Kecamatan Temayang tersebut.
Anak-anak terlihat senang berenang di tepian waduk. Dengan berbagai gaya mereka menunjukkan aksinya. Salto, gaya bebas, gaya punggung, hingga mengibaskan rambut panjangnya di akhir aksi oleh anak-anak perempuan yang berenang.
Sedangkan, para remaja lebih senang menikmati suasana di sekitar waduk. Tak jarang dari mereka juga menyelusuri perairan Waduk Gongseng dengan perahu.
Seru, bisa menikmati keindahan alam dan melihat orang-orang memancing di pinggiran waduk. Biaya naik perahu juga murah, hanya Rp 10 ribu per orang sudah bisa menelusuri Waduk Gongseng, ujar Desta pengunjung asal Madiun.
Meskipun telah diresmikan akhir 2022 silam, namun hingga kini Waduk Gongseng belum juga dibuka untuk umum. Sementara ini, para pengunjung menikmati keindahan Waduk Gongseng melalui jalan pintas, tembusan dari sisi timur waduk.
Joko Juniantoro salah satu pengunjung mengatakan, dari wilayah depan bagus, tapi disayangkan belum dibuka, tidak tahu alasannya. Padahal, pemandangannya bagus.
Tidak ada yang tahu kalau bisa menikmati Waduk Gongseng di wilayah ini, kalau bukan orang-orang sekitar atau punya teman orang sini (untuk bisa masuk), lanjutnya. (ewi/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto