BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Puluhan kontraktor berebut proyek senilai Rp 5,6 miliar. Proyek penguatan tebing Jembatan Kanor-Rengel itu mulai diproses lelang.
Adanya proyek penguatan tebing Jembatan Kanor-Rengel tersebut masyarakat antusias rencana penguatan Jembatan Kanor-Rengel (Kare). Warga berharap rencana penguatan Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBB) agar menjaga kestabilan dan aman. Pagu anggaran yang disiapkan sekitar Rp 5,6 miliar.
''Saya dengar akhir-akhir ini akan ada proyek penguatan tebing,” tutur Lasturi warga rukun tetangga (RT) 2 Desa Semambung, Kecamatan Kanor, saat ditemui di sekitar jembatan.
Berdasar layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, penguatan tebing Jembatan Kare bersumber APBD ini dianggarkan Rp 5,6 miliar. Masih pembukaan dokumen penawaran lelang dibuka sejak 5 Juni dan telah diikuti 61 peserta.
Lasturi telah mendengar kabar proyek penguatan tebing sejak sebulan lalu. Berharap proyek dapat membuat tebing semakin kuat mengantisipasi terjadinya longsor atau terkikisnya tanah sekitar jembatan. Sampai saat ini agar tetap kuat kendaraan muatan besar seperti truk fuso tidak diperbolehkan lewat. Hanya truk berukuran sedang yang boleh,” jelasnya.
Herta Novianto akademisi teknik sipil mengatakan, dinding penahan tanah pada struktur bangunan utama pangkal jembatan cukup penting. Berfungsi sebagai struktur menahan tanah lateral ketika terdapat perubahan elevasi atau ketinggian melampaui sudut geser tanah.
Penguatan tebing atau tembok penahan tanah ini menjadi alternatif mencegah longsor lereng pangkal jembatan,” jelas Herta.
Diperlukan uji laboratorium sebelum menentukan perencanaan jenis tembok penahan dalam penguatan tebing. Seperti variasi data tanah menggunakan cone penetration test (CPT) atau tes perkiraan lapisan tanah, agar tembok penahan tetap aman dari potensi penyebab kegagalan konstruksi. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto