Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menyisakan 1.357 Anak Tidak Sekolah, Berikut Upaya Dinas Pendidikan Blora

Khorij Zaenal Asrori • Selasa, 27 Juni 2023 | 20:30 WIB
Ilustrasi  (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

 

’’Dari 5.002 anak terverifikasi, saat ini tersisa 1.357 anak perlu kami intervensi. Artinya, sudah banyak kembali ke sekolah. Namun, masih ada 1.357 anak masih tidak sekolah.’’

NURIL HUDA, Kabid Disdik Blora

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Angka anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi masalah utama di Blora. Tercatat, 2023 ini ada 5.002 anak terverifikasi ATS. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 3.645 anak sudah kembali sekolah dan menyisakan 1.357 anak masih perlu intervensi.

Diketahui, anak tidak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) masih mendominasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora berupaya menekan angka dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) dari 7 tahun menjadi 9 tahun.

Kabid Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Disdik Blora Nuril Huda mengatakan, tahun ini berupaya meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) minimal menjadi 9 tahun. Angka tersebut masih tergolong realisasi terdekat. Ia optimistis tahun ini bisa menuntaskan permasalahan ATS itu.

‘’Dari 5.002 anak terverifikasi, saat ini tersisa 1.357 anak perlu kami intervensi. Artinya, sudah banyak kembali ke sekolah. Namun, masih ada 1.357 anak masih tidak sekolah. Kebanyakan putus saat mau melanjutkan ke SMA dan lanjut bekerja mencukupi kebutuhan keluarga,’’ ujarnya.

‘’Ada 571 anak lainnya belum terverifikasi dan belum kami masukkan ke data yang kami intervensi,’’ lanjut Nuril Huda.

Nuril mengatakan akan mengajak pihak keluarga bersangkutan agar anak mau kembali ke bangku sekolah. Baik kembali ke sekolah formal maupun non-formal atau kesetaraan. ‘’Selain intervensi, kami bekerja sama dengan Baznas membantu mereka putus sekolah. Baznas itu kan ada dana dikembalikan untuk pendidikan sebanyak 50 persen. Itu untuk menunjang angka rata-rata sekolah juga,’’ bebernya.

Ia berharap, setidaknya tahun ini bisa menyelesaikan permasalahan sesuai data terverifikasi. ‘’Kalau bisa tahun ini mendekati 0 persen. Secara jangka panjang nantinya angka rata-rata lama sekolah menjadi 12 tahun,’’ harapnya. (hul/rij)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#putus sekolah #anak #blora