LAMONGAN, Radar Lamongan – Petani di Lamongan mulai panen tebu. Dari luas tanam tebu 3.898 hektare, sekitar 15 persennya sudah dipanen. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Moch Wahyudi, menjelaskan, musim tebang dimulai awal Mei. Masa panen diperkirakan hingga September.
Dari laporan yang diterimanya, kualitas tebu yang sudah dipanen rerata standar rendemen 7. Jika mengaku rilis perusahaan lokal, maka rendemen 7 dibeli sekitar Rp 67.500 per kuintal. “Harga setiap perusahaan berbeda karena mereka memiliki standar masing-masing,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Wahyudi mengatakan, dibandingkan tahun lalu, harga beli rendemen 7 turun sekitar Rp 2 ribu per kuintal.
Dia menuturkan, awal musim tebang biasanya rendemennya masih standar. Puncak panen biasanya kualitas terbaik tebu. Estimasinya Juli - Agustus.
Wahyudi memerkirakan bulan depan luas lahan yang panen lebih banyak dan rendemennya tinggi. Tahun lalu, rendemen terbaik produksi Lamongan 8,2 - 8,5 dengan harga beli Rp 77 ribu per kuintal dan produktivitasnya 7 ton per hektare.
“Semoga tahun ini bisa naik karena secara cuaca lebih baik dan belum ada laporan hama,” harapnya. (rka/yan)
Editor : M. Yusuf Purwanto