BLORA, Radar Bojonegoro - Dinas Kominfo menutup akses situs-situs webseite desa yang diretas hacker. Hingga kini Kominfo masih belum bisa mengatasi serangan itu. Alasannya, sumber daya manusia (SDM) yang menangani keamanan informasi terbatas.
Kabid TI Dinkominfo Blora Ahmad Hudil Khoiri mengatakan, pihaknya kekurangan SDM yang membidangi perkara tersebut. Saat ini dia lebih memprioritaskan menangani peretasan situs jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH) yang juga berada dalam server yang sama dengan web-web desa tersebut.
‘’Kami sekarang pakai skala prioritas. Kami urusi yang JDIH dulu,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (22/6).
Pihaknya menambahkan, personel terbatas yang dimiliki oleh seksi aplikasi itu juga mendapatkan tugas yang harus diprioritaskan. Yaitu berkaitan dengan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). Juga evaluasi smart city, evaluasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau yang sering disebut sebagai e-government.
‘’ Sementara kita non fungsikan saja biar lebih aman. Berarti kalau diakses belum bisa. Nah, hati-hati untuk masyarakat bila ada alamat web yang menyerupai tapi malah diisi tampilan judi online itu palsu,’’ tegasnya.
Hingga saat ini pihaknya mengaku masih belum mengetahui serangan hacker itu berasal dari mana dan melalui apa. Namun, pihaknya mengklaim bahwa peretasan itu tidak sampai menghapus database. Hanya sekadar nitip link dan mengubah konfigurasi web. (hul/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto