Puisi Radar Bojonegoro: Oleh Mahrus Ali

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Kumpulan buku (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)
Kumpulan buku (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)

Oleh: Mahrus Ali

Engkau Kembali dan Aku Masih Disini

 Aku bukan terpaksa menerimamu kembali

Janganlah pergi lagi

Bukan sebab kosong hati ini

Lalu mencari pengganti

 Kita tak lagi muda untuk bermain dengan hati

Terlalu banyak luka untuk kembali diulangi

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Muhammad Taofik

Jangan kau kira hatiku mudah melunak

Atau segala kecewa menguap sejenak

Ini cinta di usia yang tak lagi kanak-kanak

Aku ingin kau menetap

Bukan sekadar singgah sesaat

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Susanto

Pastikan kali ini kita memilih kembali

Mari saling menjaga diri

Jangan saling menguji

Sebab di usia yang tak mudah ditebak ini

Aku ingin menjadi rumahmu sampai akhir nanti

13 Oktober 2026

Menunggu Kepastian

Bingung hati ini arahnya ke mana

Kadang kau yakinkan

Kadang kau hempaskan rasa

Hari ini kau beri harapan berbunga

Besok kau buatku ragu disertai banyak prasangka

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro oleh Mahrus Ali

Melangkah takut salah arah

Bertahan begitu lelah oleh resah

Jika memang cinta

Jangan biarkan gelisah

Sebab hati tulus pun bisa berubah lelah

 

Tolong

Jangan buatku terus menerka

Aku ingin kepastian

Bukan sekadar retorika

Tanpa dusta

Tanpa rekayasa

 Baca Juga: Puisi: Oleh Suharsono

Jika ingin bersama

Genggamlah dengan nyata

Jika tak lagi cinta

Lepaskanlah dengan terbuka

14 Oktober 2026

Pesta di Balik Bara

Kukira bencana

Ternyata sebuah rencana

Hutan terbakar

Bibit sawit tersedia dibalik rimbun dan siap ditebar

 Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman

Asap mengepul

Napas tersengal

Alam sekarat

Gedung penanggulangan bencana dirancang menjadi tempat pesta buaya darat

Kukira musibah

Ternyata ada yang berkisah

Anggaran mengalir melimpah

Rakyat diminta tetap tabah

Tawaran datang dari negeri seberang

Ditolak dengan gaya ongkang-ongkang

 

Nurani membara

Rakyat menghirup asap

Ada pesta di balik bara

Penyelenggara negara kini pandai menghisap

15 Oktober 2026

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
membara Bencana puisi cinta hati