Oleh: Mahrus Ali
Engkau Kembali dan Aku Masih Disini
Aku bukan terpaksa menerimamu kembali
Janganlah pergi lagi
Bukan sebab kosong hati ini
Lalu mencari pengganti
Kita tak lagi muda untuk bermain dengan hati
Terlalu banyak luka untuk kembali diulangi
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Muhammad Taofik
Jangan kau kira hatiku mudah melunak
Atau segala kecewa menguap sejenak
Ini cinta di usia yang tak lagi kanak-kanak
Aku ingin kau menetap
Bukan sekadar singgah sesaat
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Susanto
Pastikan kali ini kita memilih kembali
Mari saling menjaga diri
Jangan saling menguji
Sebab di usia yang tak mudah ditebak ini
Aku ingin menjadi rumahmu sampai akhir nanti
13 Oktober 2026
Menunggu Kepastian
Bingung hati ini arahnya ke mana
Kadang kau yakinkan
Kadang kau hempaskan rasa
Hari ini kau beri harapan berbunga
Besok kau buatku ragu disertai banyak prasangka
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro oleh Mahrus Ali
Melangkah takut salah arah
Bertahan begitu lelah oleh resah
Jika memang cinta
Jangan biarkan gelisah
Sebab hati tulus pun bisa berubah lelah
Tolong
Jangan buatku terus menerka
Aku ingin kepastian
Bukan sekadar retorika
Tanpa dusta
Tanpa rekayasa
Baca Juga: Puisi: Oleh Suharsono
Jika ingin bersama
Genggamlah dengan nyata
Jika tak lagi cinta
Lepaskanlah dengan terbuka
14 Oktober 2026
Pesta di Balik Bara
Kukira bencana
Ternyata sebuah rencana
Hutan terbakar
Bibit sawit tersedia dibalik rimbun dan siap ditebar
Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman
Asap mengepul
Napas tersengal
Alam sekarat
Gedung penanggulangan bencana dirancang menjadi tempat pesta buaya darat
Kukira musibah
Ternyata ada yang berkisah
Anggaran mengalir melimpah
Rakyat diminta tetap tabah
Tawaran datang dari negeri seberang
Ditolak dengan gaya ongkang-ongkang
Nurani membara
Rakyat menghirup asap
Ada pesta di balik bara
Penyelenggara negara kini pandai menghisap
15 Oktober 2026
Editor : Farhan Reza Ardiansyah