Baling-Baling yang Hafal Musim
di sudut kamar
kipas angin tua masih berputar
catnya mengelupas
satu baling-balingnya sedikit pincang
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Susanto
sejak dulu
ia mengenal suara batuk ayah
aroma minyak kayu putih
dan malam-malam yang panjang
kadang listrik padam
ia berhenti mendadak
lalu kembali berputar
seolah tak pernah terjadi apa-apa
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro Karya: Ahmad Zaini
pagi datang
debu kembali turun
dan baling-baling itu
tetap menghafal udara
Selembar Kertas dari Laci
di dasar laci
kutemukan kuitansi lama
tanggalnya nyaris pudar
tinta kasir tinggal separuh
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro oleh Mahrus Ali
sejumlah angka
pernah membuat seseorang
menghitung uang berkali-kali
di bawahnya
ada tanda tangan kecil
dan nama toko
yang kini tak lagi kukenal
kertas itu kulipat kembali
bersama beberapa benda
yang rupanya belum selesai
menjadi masa lalu
Kursi di Teras
sebuah kursi plastik
menghadap halaman
sejak sore tadi
Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Oleh Nono Warnono
sandaran punggungnya
menyimpan warna matahari
yang perlahan pindah
ke dinding sebelah
dulu di sana
seorang lelaki sering duduk
dengan koran terlipat
dan segelas kopi
sekarang hanya angin
yang sesekali memindahkannya
beberapa sentimeter
lalu pergi
Nama yang Tertinggal di Kontak Telepon
namamu masih tersimpan
di antara nomor-nomor lama
tanpa foto
tanpa percakapan terbaru
Baca Juga: Puisi: Oleh Suharsono
sesekali layar menampilkan namamu
ketika aku mencari seseorang
yang bahkan tak lagi kuingat
dulu kita sering pulang
melewati jalan yang sama
sambil membawa cerita
yang tak pernah selesai
entah sejak kapan
jalan itu masih ada
hanya kita
yang tak lagi saling menunggu
Suara dari Balik Pagar
pagi belum selesai
ketika suara dari balik pagar
sudah menyebut beberapa nama
Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman
tentang rumah sebelah
tentang anak yang pulang malam
tentang jemuran
yang tak kunjung diangkat
aku menyiram halaman
pelan-pelan
air mengalir ke selokan
membawa daun kering
dan beberapa kata
yang tak perlu dipungut kembali
Editor : Farhan Reza Ardiansyah