Puisi Radar Bojonegoro: Karya Muhammad Taofik

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:00 WIB
ilustrasi buku
ilustrasi buku

Baling-Baling yang Hafal Musim

di sudut kamar

kipas angin tua masih berputar

catnya mengelupas

satu baling-balingnya sedikit pincang

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Karya Susanto

sejak dulu

ia mengenal suara batuk ayah

aroma minyak kayu putih

dan malam-malam yang panjang

 

kadang listrik padam

ia berhenti mendadak

lalu kembali berputar

seolah tak pernah terjadi apa-apa

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro Karya: Ahmad Zaini

pagi datang

debu kembali turun

dan baling-baling itu

tetap menghafal udara

 

 


Selembar Kertas dari Laci

di dasar laci

kutemukan kuitansi lama

tanggalnya nyaris pudar

tinta kasir tinggal separuh

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro oleh Mahrus Ali

sejumlah angka

pernah membuat seseorang

menghitung uang berkali-kali

 

di bawahnya

ada tanda tangan kecil

dan nama toko

yang kini tak lagi kukenal

 

kertas itu kulipat kembali

bersama beberapa benda

yang rupanya belum selesai

menjadi masa lalu


 

 

Kursi di Teras

sebuah kursi plastik

menghadap halaman

sejak sore tadi

 Baca Juga: Puisi Radar Bojonegoro: Oleh Nono Warnono

sandaran punggungnya

menyimpan warna matahari

yang perlahan pindah

ke dinding sebelah

 

dulu di sana

seorang lelaki sering duduk

dengan koran terlipat

dan segelas kopi

 

sekarang hanya angin

yang sesekali memindahkannya

beberapa sentimeter

lalu pergi


 

 

Nama yang Tertinggal di Kontak Telepon

namamu masih tersimpan

di antara nomor-nomor lama

tanpa foto

tanpa percakapan terbaru

 Baca Juga: Puisi: Oleh Suharsono

sesekali layar menampilkan namamu

ketika aku mencari seseorang

yang bahkan tak lagi kuingat

 

dulu kita sering pulang

melewati jalan yang sama

sambil membawa cerita

yang tak pernah selesai

 

entah sejak kapan

jalan itu masih ada

hanya kita

yang tak lagi saling menunggu

 

 

Suara dari Balik Pagar

pagi belum selesai

ketika suara dari balik pagar

sudah menyebut beberapa nama

 Baca Juga: Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman

tentang rumah sebelah

tentang anak yang pulang malam

tentang jemuran

yang tak kunjung diangkat

 

aku menyiram halaman

pelan-pelan

 

air mengalir ke selokan

membawa daun kering

dan beberapa kata

yang tak perlu dipungut kembali

 

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Baling-Baling Selembar Kertas Kursi di Teras Kontak Telepon Balik Pagar