RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengembangan jajanan khas Bojonegoro dinilai perlu terus didorong agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diharapkan ikut membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari penguatan merek hingga pemasaran produk.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, pengembangan produk UMKM, terutama makanan khas daerah, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk memperkuat identitas produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha.
”Kami kira pengembangan produk UMKM sebagai produk khas harus dilakukan,” kata Lasuri, Selasa (6/10) sore.
Baca Juga: Ledre Persitara: UMKM Lokal asal Desa Purwosari Tetap Eksis dengan Optimalisasi Media Sosial
Menurut dia, Pemkab Bojonegoro dapat melibatkan sejumlah OPD untuk mendukung pengembangan produk UMKM sesuai bidang masing-masing. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), misalnya, dapat berperan dalam penguatan merek atau branding. Sementara itu, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) dapat membantu memperluas pemasaran produk.
Selain kualitas produk, cerita di balik makanan khas daerah juga dapat menjadi daya tarik tersendiri. Sejarah dan keunikan produk bisa dikemas menjadi narasi yang menarik agar konsumen semakin mengenal produk lokal Bojonegoro.
”Untuk mengangkat produk ini memang diperlukan bumbu-bumbu, seperti sejarah. Tinggal bagaimana membuat orang tertarik,” lanjut Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro tersebut.
Lasuri menegaskan, dukungan lintas OPD diperlukan agar pengembangan UMKM tidak berhenti pada produksi. Penguatan merek, kemasan, inovasi rasa, hingga strategi pemasaran perlu dilakukan secara terpadu supaya produk lokal semakin dikenal dan diminati masyarakat.
”OPD harus membantu proses pengembangan dan pemasaran,” tambahnya. (yna/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah