Mengenal Ruwatan Murwakala Bojonegoro, Tradisi Leluhur yang Terus Dilestarikan

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Ruwatan Murwakala menjadi salah satu tradisi rutin masyarakat Bojonegoro. (ISTIMEWA/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ruwatan Murwakala menjadi salah satu tradisi rutin masyarakat Bojonegoro. (ISTIMEWA/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ruwatan Murwakala merupakan salah satu tradisi budaya Jawa yang hingga kini masih dikenal dan dilestarikan oleh sebagian masyarakat di Bojonegoro. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan leluhur yang sarat dengan nilai filosofis, doa, serta harapan agar seseorang terbebas dari berbagai hal buruk dalam kehidupan.

Secara umum, ruwatan merupakan ritual adat yang dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk membersihkan atau menjauhkan seseorang dari sengkala, yaitu berbagai kesialan, marabahaya, atau keadaan buruk yang dipercaya dapat mengganggu kehidupan.

Sementara itu, istilah Murwakala berkaitan erat dengan kisah pewayangan mengenai Batara Kala. Cerita tersebut biasanya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ruwatan, khususnya melalui pertunjukan wayang kulit dengan lakon Murwakala.

Sejarah dan Makna Ruwatan Murwakala

Ruwatan Murwakala memiliki akar yang kuat dalam tradisi masyarakat Jawa. Dalam cerita pewayangan, Batara Kala digambarkan sebagai sosok yang memiliki nafsu besar dan dikaitkan dengan berbagai ancaman terhadap manusia.

Melalui kisah tersebut, masyarakat Jawa mengambil pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup, mengendalikan diri, serta memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Lestarikan Budaya di Momen Ruwatan Murwakala

Ruwatan kemudian menjadi sebuah ritual simbolis. Prosesi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepercayaan tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan doa dan harapan agar seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Biasanya Disertai Pertunjukan Wayang Kulit

Salah satu ciri khas Ruwatan Murwakala adalah pertunjukan wayang kulit dengan lakon Murwakala. Dalang memainkan peran penting karena bukan sekadar menyajikan cerita, tetapi juga memimpin bagian-bagian tertentu dalam prosesi ritual sesuai tradisi yang dianut masyarakat.

Pertunjukan wayang tersebut biasanya mengandung berbagai nasihat mengenai kehidupan. Nilai moral yang disampaikan antara lain pentingnya menjaga perilaku, menghormati orang tua, mengendalikan hawa nafsu, dan menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.

Sarana Melestarikan Budaya Jawa

Di tengah perkembangan zaman, pelaksanaan Ruwatan Murwakala memiliki nilai penting dalam upaya mempertahankan budaya lokal. Tradisi ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali warisan leluhur kepada generasi muda.

Pelestarian tidak harus dimaknai sebagai mempertahankan seluruh bentuk ritual secara kaku. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta pesan moral dalam cerita pewayangan, juga dapat menjadi bagian penting yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di Bojonegoro, keberadaan tradisi seperti Ruwatan Murwakala menunjukkan bahwa budaya Jawa masih memiliki ruang di tengah kehidupan masyarakat modern. Kegiatan budaya juga dapat menjadi momentum berkumpulnya masyarakat dan mempererat hubungan sosial.

Tidak Sekadar Ritual, tetapi Mengandung Pesan Kehidupan

Ruwatan Murwakala pada dasarnya bukan hanya sebuah pertunjukan atau ritual adat. Di dalamnya terdapat simbol dan pesan kehidupan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kisah Murwakala mengajarkan bahwa manusia perlu berhati-hati dalam menjalani kehidupan, mampu mengendalikan diri, serta selalu berusaha memperbaiki perilaku.

Karena itu, keberadaan Ruwatan Murwakala di Bojonegoro menjadi bagian dari kekayaan budaya yang menarik untuk terus dikenalkan. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak hanya berbentuk benda, tetapi juga berupa cerita, nilai, kesenian, dan filosofi yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan terus diperkenalkan kepada generasi muda, Ruwatan Murwakala diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bojonegoro yang dapat dikenang dan dipelajari oleh generasi mendatang. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
murwakala Budaya ruwatan ritual Tradisi