Puisi: Karya Malik Ibnu Zaman

Muhammad Suaeb • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 07:30 WIB
ilustrasi buku
ilustrasi buku

 

Puisi-Puisi


Karya: Malik Ibnu Zaman 


Menuju Tuhan

 

 

Akan ada setitik pasrah pada fajar dalam senja.

Aku tak pernah menjadi pemohon atau termohon.

Tak pernah pula berharap.

“Berarti kamu sombong!” celetukmu.

Aku bukan sombong,

aku hanya ingin terbang menuju tuhanku.

 

27 Januari 2022

Baca Juga: PUISI: Oleh Susanto Guru SMP Negeri 1 Baureno.


 Gang ke Gang

 

Dari gang ke gang,

hanya ada aku.

Dibuai malam,

dihancurkan siang.

Berkeping dalam injakan ibukota.

 

Dalam bait ku berdiri,

dengan persimpangan jadi saksi.

Berdamai dalam jalan

tuk terbentang di langit yang bebas.

 Baca Juga: Kumpulan Puisi Radar Bojonegoro 19 Juli 2026 oleh Susanto

Langkah tegap untuk bersandi,

lalu muncul wara.

Tanpa bingung untuk bersuara.

13 Mei 2022

 

Meja

 

Aku bagai meja tak berbisik,

tak ada satupun kopi di atasnya.

Sampai meja itu terasa asing,

kalau dirinya adalah meja.

 

 10 Januari 2022

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
menuju tuhan gang ke gang puisi meja