Puisi-Puisi
Karya: Malik Ibnu Zaman
Menuju Tuhan
Akan ada setitik pasrah pada fajar dalam senja.
Aku tak pernah menjadi pemohon atau termohon.
Tak pernah pula berharap.
“Berarti kamu sombong!” celetukmu.
Aku bukan sombong,
aku hanya ingin terbang menuju tuhanku.
27 Januari 2022
Baca Juga: PUISI: Oleh Susanto Guru SMP Negeri 1 Baureno.
Gang ke Gang
Dari gang ke gang,
hanya ada aku.
Dibuai malam,
dihancurkan siang.
Berkeping dalam injakan ibukota.
Dalam bait ku berdiri,
dengan persimpangan jadi saksi.
Berdamai dalam jalan
tuk terbentang di langit yang bebas.
Baca Juga: Kumpulan Puisi Radar Bojonegoro 19 Juli 2026 oleh Susanto
Langkah tegap untuk bersandi,
lalu muncul wara.
Tanpa bingung untuk bersuara.
13 Mei 2022
Meja
Aku bagai meja tak berbisik,
tak ada satupun kopi di atasnya.
Sampai meja itu terasa asing,
kalau dirinya adalah meja.
10 Januari 2022
Editor : Farhan Reza Ardiansyah