7 Perguruan Pencak Silat di Indonesia, Warisan Budaya yang Mendunia

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 22:03 WIB
Selain menjadi seni bela diri, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, serta pembentukan karakter. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Selain menjadi seni bela diri, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, serta pembentukan karakter. (PINTEREST/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Selain menjadi seni bela diri, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, persaudaraan, serta pembentukan karakter. Di Indonesia, terdapat ratusan perguruan silat yang berkembang dengan ciri khas masing-masing.

Tidak ada lembaga resmi yang menetapkan peringkat perguruan pencak silat terbaik di Indonesia. Namun, berdasarkan sejarah, jumlah anggota, jaringan organisasi, prestasi, serta pengaruhnya terhadap perkembangan pencak silat nasional dan internasional, berikut tujuh perguruan yang dikenal luas sebagai yang paling berpengaruh.

1. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

Didirikan pada tahun 1922 di Madiun, Jawa Timur, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi salah satu perguruan silat terbesar di Indonesia. PSHT memiliki jutaan warga yang tersebar di berbagai provinsi hingga mancanegara. Perguruan ini dikenal menanamkan nilai persaudaraan, kejujuran, dan pengembangan karakter selain kemampuan bela diri.

2. Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Tapak Suci berdiri pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta dan merupakan organisasi otonom Muhammadiyah di bidang seni bela diri. Perguruan ini memadukan teknik pencak silat dengan pembinaan akhlak Islami. Hingga kini, Tapak Suci telah memiliki cabang di berbagai negara seperti Belanda, Jerman, Mesir, Singapura, dan Austria.

3. Pagar Nusa

Pagar Nusa atau Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama berdiri pada tahun 1986 di Kediri, Jawa Timur. Perguruan ini berkembang pesat melalui jaringan pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama. Selain aktif dalam pembinaan atlet, Pagar Nusa juga memiliki cabang di sejumlah negara.

Baca Juga: Egrita Chika Riftika: Harus Pintar Membagi Waktu Antara Pencak Silat dan Pendidikan

4. Merpati Putih

Merpati Putih merupakan perguruan pencak silat yang terkenal dengan metode latihan tenaga dalam dan teknik pernapasan. Berdiri pada tahun 1963 di Yogyakarta, perguruan ini sering menampilkan demonstrasi kemampuan fisik yang menjadi ciri khasnya serta aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

5. Perisai Diri

Perisai Diri didirikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo pada tahun 1955 di Surabaya. Perguruan ini dikenal memiliki sistem latihan yang terstruktur serta teknik bela diri yang efektif. Saat ini Perisai Diri telah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri dan aktif mencetak atlet berprestasi.

6. IKSPI Kera Sakti

Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti berdiri pada tahun 1980 di Madiun. Perguruan ini berkembang pesat dan memiliki anggota dalam jumlah besar di berbagai wilayah Indonesia. IKSPI Kera Sakti dikenal dengan pembinaan disiplin, persaudaraan, dan teknik bela diri yang khas.

7. PSHW Tunas Muda Winongo

Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda merupakan salah satu perguruan silat bersejarah yang berasal dari Madiun. Perguruan ini memiliki basis anggota yang kuat, terutama di Jawa Timur, serta aktif dalam pelestarian budaya pencak silat melalui pendidikan, pembinaan, dan berbagai kegiatan sosial.

Pencak Silat sebagai Identitas Bangsa

Keberadaan berbagai perguruan pencak silat menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang terus berkembang. Masing-masing perguruan memiliki filosofi, metode latihan, dan tradisi yang berbeda, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni melestarikan seni bela diri asli Nusantara sekaligus membentuk pribadi yang disiplin, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Perlu dipahami bahwa penyebutan "terbaik" dalam artikel ini tidak bersifat peringkat resmi, melainkan berdasarkan reputasi, sejarah, jumlah anggota, jangkauan organisasi, serta kontribusi terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia dan dunia. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
buadaya seni psht pencak silat bela diri