RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM –Di tengah masifnya persaingan industri kreatif, Lilik Setyowati perajin batik asal Desa Jono, Kecamatan Temayang semangat menggaungkan potensi lokal. Melalui goresan-goresan canting di setiap kain yang disiapkannya.
Perempuan akrab disapa Lilik ini ingin menunjukkan kemampuan Bojonegoro lewat karya batik yang mengangkat motif khas dengan kualias unggulan. Mulai merintis sejak 209, konsisten memproduksi batik tulis dan cap dengan motif yang terinspirasi dari identitas daerah.
Beberapa motif khas itu meliputi thengul, meliwis putih, kahyangan, hingga daun jati. "Motif yang kami buat mengambil ciri khas Bojonegoro agar masyarakat lebih mengenal budaya daerah sendiri," ujar Lilik.
Baca Juga: Partini, Perajin Batik di Desa Jono, Kecamatan Temayang: Menggerakkan Ekonomi Ibu Rumah Tangga
Lilik memadukan teknik batik tulis dan cap dalam proses produksinya. Mengombinasikan penggunaan pewarna alami serta kimia untuk menghasilkan warna-warna menarik dan beragam.
Untuk harga, dibandrol mulai Rp 60 ribu sampai Rp 2 juta per potong. Menyesuaikan tingkat kerumitan motif serta jenis bahan digunakan. Di sisi penjualan, ia mengaku, mampu menjual sekitar enam sampai 12 potong kain batik setiap pekan.
"Harapan kami, batik Bojonegoro bisa semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana