Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

5 Keutamaan Nisfu Syaban Menurut Ustadz Adi Hidayat: Jembatan Spiritual Menuju Ramadan yang Paripurna

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 2 Februari 2026 | 17:18 WIB

SYABAN: Keutamaan bulan Syaban sebelum Ramadan menurut Ustadz Adi Hidayat.
SYABAN: Keutamaan bulan Syaban sebelum Ramadan menurut Ustadz Adi Hidayat.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak dari kita yang begitu antusias menyambut bulan Rajab dengan peringatan Isra Mikraj, lalu seketika melompat pikirannya ke bulan Ramadan. Di tengah antusiasme tersebut, ada satu bulan yang sering kali terlupakan, yakni Bulan Syaban. Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia (yaghfulu nasu anhu).

Mengapa Syaban begitu istimewa? Dan apa "kurikulum" yang harus kita siapkan agar tidak kaget saat Ramadan tiba?

1. Syaban Sebagai Bulan Adaptasi (Manajemen Fisik)

Perintah puasa Ramadan sebenarnya turun di bulan Syaban pada tahun kedua Hijriah. Hal ini memberikan isyarat kuat bahwa Allah SWT ingin umat-Nya melakukan adaptasi sebelum benar-benar memasuki bulan puasa.

Baca Juga: Malam Nisfu Sya’ban 2026 Bakal Segera Tiba: Begini Rincian Waktunya, Niat Puasa Sunnah, dan Amalan yang Dianjurkan untuk Dilaksanakan

Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya latihan fisik. Jika selama 11 bulan kita jarang berpuasa sunah, maka Syaban adalah waktu yang tepat untuk memulai.

2. Membangun Kurikulum Intelektual

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan bulan peningkatan intelektual. Para ulama terdahulu sering menghasilkan karya-karya besar di bulan Ramadan.

Ustadz Adi Hidayat mengajak kita, khususnya para mahasiswa dan praktisi, untuk menyiapkan "bahan bacaan" dari sekarang.

3. Transformasi Spiritual: Qiraah vs Tilawah

Kita sering mendengar target "khatam Al-Qur'an" saat Ramadan. Namun, Ustadz Adi Hidayat membedakan antara tiga tingkatan interaksi dengan Al-Qur'an:

4. Tarhib: Melapangkan Hati

Istilah Tarhib Ramadan berasal dari kata Rahaba yang berarti luas atau lapang. Melakukan tarhib berarti kita sedang menata hati agar menjadi "cawan yang luas". Ketika hati kita lapang, kita akan siap menerima menu ibadah apa pun, baik itu tarawih yang panjang maupun puasa yang terik, dengan perasaan bahagia dan nyaman.

Baca Juga: 7 Tips Move On di Usia 25: Saat Patah Hati Jadi Titik Balik Kedewasaan dan Fokus Pengembangan Diri

5. Ujung dari Segalanya: Takwa

Mengapa semua latihan di bulan Syaban dan Ramadan berujung pada Takwa? Karena Takwa adalah kunci solusi kehidupan:

Kesimpulan

Manfaatkan sisa hari di bulan Syaban ini minimal dengan satu kali amalan puasa atau mulai mencicil bacaan Al-Qur'an Anda. Jadikan Syaban sebagai ajang pemanasan agar Anda bisa menjadi "alumni Ramadan" yang paripurna, kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan bersih secara spiritual. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#ramadan #nisfu syaban #amalan #ustads syam dan jihan salsabila #alquran #Adi Hidayat #keutamaan Syaban #mengaji #takwa #spiritual