RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Puasa Rajab merupakan salah satu sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang dianjurkan untuk dilaksanakan untuk umat Islam. Bulan Rajab dalam kalender Hijriyah memiliki kedudukan sebagai salah satu asyhurul hurum atau bulan suci untuk umat Islam, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Secara teknis, mengutip dari NU Online, Puasa Rajab dapat dilaksanakan kapanpun sepanjang bulan Rajab. Menurut kalender Hijriyah milik Kementerian Agama (Kemenag) RI, bulan Rajab 1447 Hijriyah jatuh pada 21 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026 mendatang.
Banyak pula yang menyarankan agar Puasa Rajab digabung dengan doa pergantian bulan Rajab, atau sederhananya malam 1 Rajab. Berdoa pada malam 1 Rajab juga merupakan salah satu sunnah nabi, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali dan Imam Syafi’i.
Mengutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi'i menyatakan:
وَ بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان
"Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam jum'at, malam iduladha, malam idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya'ban."
Berdasarkan dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW membaca doa berikut saat malam 1 Rajab tiba:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
"Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana."
Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan."
Selain membaca doa tersebut, disarankan pula untuk rajin membaca dzikir, doa tasbih, dan melaksanakan shalat malam pada malam 1 Rajab.
Sebagai pengingat kembali, niat puasa Rajab adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَلى
"Nawaitu shauma ghodin fii syahri rojaba sunnatan lilahi ta'ala."
Akhirnya, tata cara puasa Rajab adalah sebagai berikut:
Tata Cara Puasa Rajab
Tata cara puasa Rajab sama dengan puasa sunnah pada umumnya, yaitu:
- Disunnahkan sahur terlebih dahulu.
-
Membaca niat puasa Rajab. Apabila ketiduran dan lupa sahur, jangan khawatir, karena niat tetap dapat diucap hingga sebelum Dhuhur tiba, asal selama Subuh hingga menjelang Dhuhur belum makan dan minum.
-
Menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
-
Memperbanyak amal kebaikan seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berzikir
-
Menyegerakan berbuka puasa saat waktunya tiba