Blora memiliki potensi wisata alam yang menarik. Tidak kalah dengan kawasan pegunungan, yakni Bukit Serut. Kawasan ini kini mulai dikenal sebagai tempat menikmati sunrise dan sunset.
LUKMAN HAKIM, Radar Blora
TENDA-tenda perkemahan mulai terpasang berbarengan dengan senja yang mulai meredup di Bukit Serut. Destinasi wisata tersebut menjadi pilihan lokasi bersantai sambil menikmati gemerlap lampu dari atas bukit. Dan melihat sun rise dan sunset di Kota Sate.
Wisata dataran tinggi di Desa Singonegoro Kecamatan Jiken tersebut kian diminati para pecinta alam, komuitas motor, dan musik. Mereka meluangkan waktu untuk menikmati panorama alam di ketinggian tersebut untuk camping bersama.
Alif, salah satu komunitas vespa di Blora mengaku sering memanfaatkan waktu untuk mengadakan agenda camping di Bukit Serut. Bersama dengan teman-teman di daerah untuk menikmati potensi alam di wisata yang di kelola BUMDes bekerjasama dengan Perhutani tersebut.
“Kalau kami sendiri sudah sering camping di Puncak Serut. Sampai lupa hitungannya,” ungkapnya.
Alif mengungkapkan, yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk camping bersama dari berbagai latar belakang. Seperti mahasiswa pecinta alam (mapala), pramuka, komunitas motor, dan organisasi kampus di daerah.
“Itu yang saya ketahui sering camping. Yang hanya menggunakan untuk agenda musik-musikan di puncak juga banyak,” tuturnya.
Alif melanjutkan, alasannya memilih camping di Bukit Serut salah satunya ingin membantu mengkampanyekan wisata lokal daerah. Menurutnya, wisata Bukit Serut juga tidak kalah dengan wisata yang dimiliki daerah lain. Ia juga mengajak para pemuda untuk ikut dalam aktifitasnya tersebut.
“Biasanya sebelum agenda, kami ajak dari berbagai kalangan melalui pamflet pendaftaran,” terangnya.
Wakil Ketua Pokdarwis Bukit Serut Hermawan Susanto menjelaskan, saat ini pihaknya sedang fokus membangun fasilitas. Diantaranya Camping Ground dan mengembangkan spot foto selfie.
Menurutnya untuk camping mulai banyak diminati warga. Terutama para komunitas dan anak muda. “Biasanya juga anggota keluarga, menginap di puncak Serut. Mereka membawa tenda sendiri,” jelasnya.
Hermawan mengungkapkan, wisata ramai saat hari libur mingguan. Pada momen Lebaran kali ini pihaknya tengan mengincar momen lebaran. Banyak perantau yang pulang ke daerah untuk menikmati suasana kota kelahiran sebelum balik ke perantauan.
“Momen Lebaran kami masih tetap buka untuk wisata dan camping ground,” terangnya. (*/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto