Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bekas Bangunan Rumah Sakit Masyarakat Cepu

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 20 Agustus 2022 | 19:46 WIB
BENTUK LIMASAN: Banguan ruangan ini dulunya merupakan rumah sakit untuk orang-orang Cepu. (Lukman Hakim/RDR.Blora)
BENTUK LIMASAN: Banguan ruangan ini dulunya merupakan rumah sakit untuk orang-orang Cepu. (Lukman Hakim/RDR.Blora)
 

 

Bangunan SDN 3 Cepu dulunya merupakan rumah sakit dibuat pemerintahan Hindia Belanda, dikhususkan berobat dan perawatan pasien masyarakat Cepu, bukan eropa.


 


LUKMAN HAKIM, Radar Blora


TEPAT di belakang pintu gerbang SDN 3 Cepu, Blora, bangunan lawas masih kokoh berdiri. Berbentuk limasan memanjang dengan jendela dan pintu ukuran besar, khas arsitektur Eropa. Setiap ruangan terdapat dua pintu timur dan utara.

 

Atap bangunan tampak kokoh. Padahal, belum pernah diganti. Bangunan saat ini digunakan proses belajar mengajar itu dulunya rumah sakit untuk berobat dan merawat masyarakat sekitar Kecamatan Cepu.

 

Dwi Dian Susanto, salah satu pekerja kebersihan SDN 3 Cepu mengatakan, mendengar cerita neneknya bahwa dahulu bangunan tersebut merupakan bangunan rumah sakit. “Dan bangunan ini merupakan rumah sakit buatan Belanda,” jelasnya.

 

Bangunan berada di Jalan Diponegoro, Kecamatan Cepu, tersebut belum banyak dipugar. Menurut Dian, tembok, pintu, dan plafon tidak pernah diubah. Bangunan seperti sedia kala, hanya sekitar bangunan itu saat ini sudah dibangun ruangan kelas baru kanan dan kirinya.

 

“Masih asli tembok, jendela, pintu plavon masih bangunan Belanda,” jelasnya.

 

Ditelusuri dari website Dhelper.nl terdapat koran terbitan belanda De Locomotif terbitan 1917. Dalam artikel berita itu menyebutkan: Hari Minggu mendatang, rumah sakit baru untuk penduduk asli di Tjepoe akan dibuka dengan cara yang agak meriah.

 

Beberpaa fasilitas ditingkatkan dan telah menerima lebih banyak kamar. Barak luas terpisah untuk pasien menular dan ruang operasi modern. Rumah sakit itu sama baiknya dengan rumah sakit untuk orang Eropa.

 

Pendirian tambahan RS karena terlalu kecil itu mengingat perluasan populasi Eropa di kawasan Tjepoe (Cepu, Red). “Tapi apa yang tidak bisa datang dan DPM bagus untuk itu,” tertutlis dalam artikel tersebut.

 

Serpihan, serpihan itu menguatkan, bahwa SDN 3 Cepu merupakan rumah sakit zaman Belanda.

 

Dian menjelaskan, setelah kemerdekaan rumah sakit diubah menjadi sekolah rakyat. Ia sendiri pernah sekolah di bangunan tersebut pada 1980-an. “Dulu rumah sakit, kemudian berubah menjadi sekolah rakyat, sekitar 1960 dan sekarang menjadi SD,” bebernya. (*/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#zaman belanda #keturunan #bok #Sekolah Bersejarah #Cagar Budaya #blora #rumah sakit