‘’Sejauh ini industri kerajinan kayu jati cukup banyak menyerap tenaga kerja,’’ tutur Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Slamet kemarin (6/4).
Menurut dia, belum mendata secara detail jumlah pekerja di industri itu. Namun, saat ini tengah berupaya mendata berapa orang yang bergelut di industri pengolahan kayu jati itu. Sebab, industri pengolahan kayu jati tidak hanya ada di Bojonegoro Kota. ‘’Di sejumlah kecamatan juga ada,’’ jelasnya.
Industri pengolahan kayu jati tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai Bojonegoro Kota, Kasiman, Ngraho, Bubulan, Margomulyo, dan kecamatan lain. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya, di Bojonegoro Kota lebih dikenal industri mebel perabot rumah tangga. Seperti meja, kursi, lemarin,dan mebel.
Slamet menjelaskan, industri-industri itu membutuhkan banyak pekerja. Rata-rata mereka perajin memiliki skill. Sebab, produk olahan jati harus dipadu dengan skill mengukir dan bertukang. Sehingga, bisa dihasilkan produk ukiran dan aneka produk berkualitas.
‘’Jumlahnya saya kira cukup banyak. Untuk jumlah pastinya masih kami data,’’ jelas pria asli Kecamatan Dander itu. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto